23 Aksi Perlawanan di Tepi Barat dalam 24 Jam
Aksi bersenjata, cedera di pihak pemukim, dan konfrontasi massal menandai eskalasi berkelanjutan perlawanan Palestina di berbagai wilayah di bawah pendudukan yang didukung AS.
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM —Aktivitas perlawanan Palestina terus berlanjut di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki selama 24 jam terakhir, dengan 23 aksi perlawanan tercatat pada 24 Januari 2026, berdasarkan data pemantauan.
Operasi-operasi tersebut mengakibatkan satu pemukim terluka dan mencerminkan keberlanjutan perlawanan rakyat maupun bersenjata terhadap pendudukan Israel dan proyek pemukimannya, yang dijalankan di bawah perlindungan politik dan militer penuh Amerika Serikat.
Aksi-aksi yang terdokumentasi meliputi satu operasi penembakan, empat aksi konfrontasi langsung untuk menghalau serangan pemukim, serta 18 insiden bentrokan dan pelemparan batu, yang tersebar di Al-Quds, Ramallah, Nablus, Jenin, Salfit, Ariha, Bethlehem, dan Al-Khalil.
Al-Quds: Titik Panas Berulang di Berbagai Wilayah
Di Al-Quds yang diduduki, bentrokan pecah di sejumlah wilayah ketika para pemuda dan warga Palestina berhadapan langsung dengan pasukan pendudukan.
Bentrokan dan pelemparan batu dilaporkan terjadi di Beidu, Kafr Aqab, dan al-Ram, sementara Kamp Pengungsi Qalandiya menyaksikan bentrokan berulang, menegaskan perannya yang berkelanjutan sebagai titik panas utama perlawanan.
Ramallah: Aksi Bersenjata Menyasar Permukiman Telmon
Di Provinsi Ramallah, perlawanan meningkat dengan operasi penembakan bersenjata yang menargetkan seorang penjaga di permukiman ilegal Telmon, sebelah barat kota. Sementara itu, bentrokan dan pelemparan batu juga dilaporkan di al-Bireh, ketika warga menghadapi pasukan pendudukan yang dikerahkan di wilayah tersebut.
Nablus: Warga Hadapi Serangan Pemukim
Di Provinsi Nablus, aktivitas perlawanan terfokus pada menghadapi serangan pemukim. Warga di Jalud dan Dataran Beit Furik secara langsung menghalau serangan pemukim, sementara bentrokan dan pelemparan batu juga terjadi di Qusra, mencerminkan respons lokal yang terkoordinasi terhadap kekerasan pemukim yang terus berlangsung.
Jenin dan Salfit: Konfrontasi Berlanjut
Di Jenin, bentrokan dan pelemparan batu dilaporkan terjadi di kota Qabatiya, melanjutkan pola perlawanan berkelanjutan di seluruh provinsi tersebut.
Di Salfit, bentrokan pecah di kota Haris, ketika warga menghadapi pasukan pendudukan dan menolak ekspansi pemukim.
Ariha dan Bethlehem: Perlawanan Meluas ke Selatan
Di Ariha, bentrokan dan pelemparan batu dilaporkan terjadi di dalam kota. Sementara di Provinsi Bethlehem, konfrontasi pecah di Beit Fajjar dan Tuqu’, menambah luasnya sebaran geografis aktivitas perlawanan.
Al-Khalil: Pemukim Terluka dalam Konfrontasi
Di Provinsi Al-Khalil, bentrokan tercatat di Dura dan Kamp Pengungsi al-Arrub, bersamaan dengan konfrontasi langsung dengan pemukim di Beit Ummar.
Di kawasan Jabal Sabih dekat Beit Ummar, konfrontasi mengakibatkan seorang pemukim terluka akibat lemparan batu, menjadikannya salah satu insiden paling menonjol dalam 24 jam terakhir.
Perlawanan Berkelanjutan terhadap Pendudukan
Skala dan sebaran aksi perlawanan di seluruh Tepi Barat menegaskan kesinambungan perlawanan Palestina meski menghadapi represi militer yang terus berlangsung dan dukungan tanpa syarat Amerika Serikat terhadap pendudukan.
Dari operasi bersenjata hingga konfrontasi massal, komunitas Palestina terus menegaskan hak mereka untuk melawan pendudukan dan mempertahankan tanah mereka.
Panen Mingguan Perlawanan
Gelombang perlawanan terbaru ini berlangsung dalam konteks eskalasi mingguan yang lebih luas di Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki. Berdasarkan data Pusat Informasi Palestina untuk periode 16–22 Januari 2026, tercatat 82 aksi perlawanan sepanjang pekan tersebut.
Aksi-aksi yang terdokumentasi meliputi 56 bentrokan dan pelemparan batu, 16 aksi langsung untuk menghalau serangan pemukim, empat kasus perusakan kendaraan pemukim, dua penggunaan bom molotov dan petasan, serta empat aksi demonstrasi rakyat di berbagai lokasi.
Angka-angka ini menegaskan bahwa konfrontasi harian merupakan bagian dari pola perlawanan yang berkelanjutan dan kumulatif, bukan insiden yang terpisah-pisah. (FG)


