27 Operasi dalam 24 Jam: Perlawanan Irak Hantam Posisi AS dan Israel
Perlawanan Irak mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir mereka telah melancarkan 27 operasi rudal dan drone terhadap posisi Amerika dan Israel.
Irak, FAKTAGLOBAL.COM — Perlawanan Islam di Irak mengumumkan bahwa para pejuangnya telah melaksanakan 27 operasi selama dua puluh empat jam terakhir, menargetkan posisi Amerika dan Israel di Irak serta di berbagai wilayah kawasan dengan puluhan rudal dan drone.
Perlawanan Islam di Irak menyatakan bahwa selama dua puluh empat jam terakhir, para pejuang perlawanan telah melakukan 27 operasi. Dalam serangan-serangan tersebut, pangkalan musuh di Irak dan di berbagai wilayah kawasan diserang dengan puluhan rudal dan drone.
Sementara itu, kelompok perlawanan Saraya Awliya al-Dam mengumumkan pada dini hari tadi bahwa mereka telah menargetkan sebuah “target strategis” di Yordania melalui serangan drone.
Selain itu, markas militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Erbil juga menjadi sasaran serangan drone yang dilakukan oleh Perlawanan Islam di Irak.
Peringatan ke Negara-Negara Eropa: Jangan Masuk ke Dalam Konflik
Sebelumnya, Perlawanan Islam di Irak memperingatkan bahwa siapa pun yang ikut serta dalam agresi Amerika–Israel terhadap kawasan akan dianggap sebagai target yang sah.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut disebutkan:
“Musuh kriminal Zionis-Amerika terus mengerahkan sekutunya melawan rakyat bebas Republik Islam dan kawasan. Untuk melibatkan mereka dalam perang yang tidak adil ini, mereka bahkan memohon kepada sebagian dari mereka — negara-negara Eropa — untuk ikut berpartisipasi.”
“Siapa pun dari negara-negara tersebut yang berpartisipasi dalam pertempuran ini akan dianggap sebagai musuh bagi rakyat kami dan nilai-nilai suci kami. Pasukan dan kepentingan mereka di Irak serta di seluruh kawasan akan menjadi sasaran sebagai hukuman atas partisipasi mereka dalam agresi ini.”
Tadi malam, Abdul-Qadir al-Karbalaei, wakil militer Harakat al-Nujaba, juga mengeluarkan peringatan dalam sebuah pernyataan, dengan mengatakan:
“Biarlah semua orang mengetahui: siapa pun yang, dengan dalih apa pun, mencoba melakukan intervensi di tanah Irak atau memperluas lingkup konflik — baik NATO maupun negara-negara seperti Prancis, Jerman, Inggris, atau lainnya — maka seluruh kepentingan mereka di Irak dan kawasan akan dianggap sebagai target yang sah bagi Perlawanan Islam di Irak.” (FG)



