31 Warga Tewas, Puluhan Luka dalam Serangkaian Serangan Israel di Jalur Gaza
Sedikitnya 31 warga Palestina tewas dan banyak lainnya terluka akibat serangan udara Israel di Gaza, di tengah pelanggaran gencatan senjata yang kini memasuki hari ke-112 berturut-turut.
Palestina | FAKTAGLOBAL.COM — Sejumlah warga sipil tewas dan lainnya terluka pada Sabtu dini hari dalam serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, sementara pelanggaran penjajah terhadap gencatan senjata terus berlanjut untuk hari ke-112 berturut-turut.
Sumber-sumber medis mengonfirmasi bahwa jumlah korban syahid sejak Sabtu dini hari telah meningkat menjadi sedikitnya 31 orang akibat serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Dalam perkembangan terbaru, warga bernama Kamal Khader gugur dan sejumlah lainnya terluka setelah pasukan penjajah menargetkan sekelompok warga sipil di Jalan Gaza Lama, Jabalia al-Balad, di utara Jalur Gaza, pada siang hari ini.
Pembantaian di Kantor Polisi Sheikh Radwan
Koresponden kami melaporkan bahwa pasukan penjajah melakukan pembantaian baru setelah pesawat tempur menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di barat laut Kota Gaza pada pagi hari ini.
Serangan tersebut menyebabkan 15 orang syahid, termasuk empat polisi perempuan, sejumlah korban luka, serta tiga orang yang masih dinyatakan hilang.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional mengonfirmasi bahwa pesawat tempur Israel menyerang kantor polisi Sheikh Radwan di sebelah barat Kota Gaza, yang mengakibatkan gugur dan lukanya sejumlah perwira dan personel kepolisian.
Dalam sebuah pernyataan, pihak kepolisian menyatakan bahwa tim ambulans dan penyelamat tengah mengevakuasi para syahid dan korban luka akibat serangan udara Israel terhadap kantor polisi tersebut.
Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menewaskan perwira dan anggota polisi, tetapi juga warga sipil yang berada di dalam kantor pada saat penargetan karena urusan hukum atau administrasi.
Disebutkan pula bahwa masih ada sejumlah orang yang dinyatakan hilang di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Kawasan Permukiman dan Tempat Pengungsian Jadi Sasaran
Dalam perkembangan lain, pesawat tempur Israel mengebom rumah milik keluarga Rizq di dekat Menara Al-Daour, di kawasan Al-Nasr, sebelah barat Kota Gaza.
Pesawat Israel juga menyerang sebuah rumah di kawasan Al-Suweidi, Kota Gaza, yang menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah lainnya.
Sumber medis melaporkan bahwa tujuh orang gugur dan lainnya terluka setelah serangan Israel menargetkan sebuah tenda yang menampung anggota keluarga Abu Hadaid di kawasan Asdaa, barat laut Khan Younis, di selatan Jalur Gaza.
Para syahid diidentifikasi sebagai: Rabhi Hammad Mohammed Abu Hadaid (kakek), anak-anaknya Mohammed, Hazem, dan Hijer, serta cucu-cucunya Lia Mohammed Rabhi Abu Hadaid, Sham Hazem Rabhi Abu Hadaid, dan Jibril Hazem Rabhi Abu Hadaid.
Sumber yang sama melaporkan bahwa lima warga sipil, termasuk dua anak dan seorang perempuan, gugur akibat serangan udara Israel yang menargetkan sebuah apartemen hunian di dekat persimpangan Al-Abbas, di barat Kota Gaza.
Pada pagi hari yang sama, pesawat tempur Israel juga membombardir Kamp Pengungsian Gheith di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, setelah sebelumnya memerintahkan pengosongannya.
Lima warga sipil terluka akibat tembakan penjajah yang menghantam sebuah apartemen di dekat area parkir Jabalia, di timur Kota Gaza.
Warga lainnya juga terluka setelah sebuah apartemen di sekitar Jalan Al-Jalaa, di pusat Kota Gaza, menjadi sasaran serangan.
Pesawat tempur Israel juga melancarkan serangan udara baru yang menargetkan wilayah timur provinsi tengah Jalur Gaza.
Kerusakan Luas dan Jumlah Korban Terus Meningkat
Puluhan tenda pengungsian mengalami kerusakan di kawasan penampungan Kota Asdaa akibat pengeboman Israel yang menargetkan tenda keluarga Abu Hadaid pada waktu fajar, yang menyebabkan tujuh orang gugur.
Pemboman tersebut juga menghantam dapur umum di Kamp Pengungsian Gheith, sehingga menimbulkan kerusakan luas dan merusak tenda-tenda puluhan keluarga di kamp tersebut.
Hudhaifa Lafi, pejabat media di Kota Asdaa, mengonfirmasi bahwa perkiraan awal kerusakan mencapai sekitar 130 tenda yang mengalami kehancuran total atau kerusakan parah, termasuk hilangnya selimut dan pakaian.
Ia menyatakan bahwa Kamp Gheith mengalami kerusakan besar, dengan serangan tersebut menghancurkan dapur umum kamp serta merusak sekolah, klinik medis, dan banyak tenda pengungsi.
Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku, pasukan penjajah telah membunuh 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya akibat pelanggaran yang terus berulang.
Sejak dimulainya perang genosida pada 7 Oktober 2023, pasukan penjajah telah membunuh lebih dari 71.769 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.483 lainnya.
Perang tersebut juga menyebabkan kehancuran besar, dengan hampir 90 persen infrastruktur sipil terdampak, sementara biaya rekonstruksi diperkirakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mencapai sekitar 70 miliar dolar AS. (FG)


