3.465 Pelanggaran Gencatan Senjata dan 1.045 Syuhada di Gaza: Kesepakatan yang Tak Pernah Dijalankan
Pelanggaran Israel menewaskan 1.045 warga Palestina dan memperlihatkan gagalnya pelaksanaan komitmen gencatan senjata terkait bantuan kemanusiaan, pergerakan warga, penangkapan, dan perlindungan sipil
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM – Kantor Media Pemerintah di Jalur Gaza mengumumkan bahwa rezim Israel telah melakukan 3.465 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata selama masa berlakunya gencatan senjata.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, lembaga tersebut mencatat apa yang disebutnya sebagai pelanggaran ke-260 secara beruntun terhadap perjanjian gencatan senjata oleh rezim Israel. Pelanggaran tersebut sejauh ini telah menyebabkan 1.045 syuhada dan 3.380 orang terluka.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan 3.465 pelanggaran nyata terhadap perjanjian tersebut selama periode itu, sementara 113 warga Palestina juga ditangkap.
Kantor Media Gaza Catat 3.465 Pelanggaran Israel
Kantor Media Pemerintah mengecam keras apa yang disebutnya sebagai kebijakan rezim Israel berupa penargetan sistematis dan genosida terhadap rakyat Palestina. Lembaga tersebut menegaskan bahwa pihak pendudukan memikul tanggung jawab penuh atas terus memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza hingga mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan.
Lembaga itu juga menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin perjanjian gencatan senjata agar memaksa rezim Israel melaksanakan seluruh ketentuan dalam perjanjian tersebut serta segera menghentikan seluruh pelanggaran yang terus berlangsung.
Komitmen Bantuan dan Pergerakan Warga Gagal Dipenuhi
Menurut laporan tersebut, komitmen internasional terkait bantuan kemanusiaan sebagian besar gagal direalisasikan. Dari 156.000 truk bantuan yang dijanjikan dalam perjanjian, hanya 55.539 truk, atau sekitar 36 persen, yang berhasil memasuki Jalur Gaza.
Kegagalan serupa juga terjadi pada komitmen mengenai pergerakan warga. Dari 21.800 orang yang dijanjikan dapat melakukan perjalanan, hanya 8.016 orang, atau 36 persen, yang berhasil keluar atau masuk Gaza sesuai ketentuan dalam perjanjian tersebut. (PW)


