Abu Obeida: Tagihan Belum Terbayar, Para Pemimpin Perlawanan Lanjutkan Perjuangan
Abu Obeida mengatakan bahwa pembunuhan pemimpin Perlawanan oleh Israel tak akan melemahkan perjuangan, dan menegaskan bahwa perlawanan akan terus berlanjut hingga pendudukan membayar harga yang besar
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Abu Obeida, juru bicara militer Brigade Izz ad-Din al-Qassam, menegaskan bahwa Perlawanan Palestina tetap teguh meskipun sejumlah komandan senior telah gugur syahid. Ia menekankan bahwa pendudukan Israel telah salah membaca medan pertempuran dan bahwa tagihan atas kejahatan-kejahatannya masih belum terbayar.
Dalam pesan yang dirilis pada Selasa, Abu Obeida mengatakan bahwa pendudukan mengira pembunuhan para pemimpin Perlawanan akan melemahkan perjuangan, namun justru semakin memperkuat tekad mereka yang melanjutkan jalan pembebasan.
“Tagihan itu tetap terbuka sampai musuh membayar harga sepenuhnya,” tegas Abu Obeida.
Ia menggambarkan pendudukan sebagai musuh yang berulang kali melanggar perjanjian dan terus melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina meskipun telah ada kesepahaman gencatan senjata dan berbagai jaminan internasional.
“Pendudukan sekali lagi membuktikan bahwa mereka tidak mengakui perjanjian maupun komitmen apa pun. Darah rakyat Palestina terus ditumpahkan sementara musuh terus melanjutkan kejahatannya,” katanya.
Kepemimpinan Perlawanan Tetap Berlanjut
Abu Obeida memberikan penghormatan kepada para syuhada rakyat Palestina dan gerakan Perlawanan, mengenang mereka yang gugur dalam pertempuran yang sedang berlangsung serta menegaskan bahwa pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan.
Ia secara khusus memuji peran komandan syahid Izz al-Din al-Haddad, seraya menyebut bahwa ia memimpin operasi pertahanan di Gaza Utara dan memainkan peran penting dalam perencanaan Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober.
Ia juga mengenang komandan syahid Mohammed Odeh dan para pemimpin Perlawanan lainnya yang mendedikasikan hidup mereka untuk membangun dan memperkuat kemampuan militer Perlawanan Palestina.
Menurut Abu Obeida, gugurnya para komandan senior tidak mengganggu perjalanan Perlawanan.
“Masih ada para pemimpin yang dibesarkan di medan keteguhan dan persiapan, ditempa oleh pengalaman dan perang,” ujarnya.
Berbicara langsung kepada pendudukan, Abu Obeida memperingatkan bahwa kampanye pembunuhan yang dilakukan Israel tidak akan mencapai tujuannya.
“Setelah syahidnya para pemimpin kami, bersiaplah menghadapi apa yang akan menyusahkan kalian, wahai musuh-musuh Allah. Kalian tidak mencapai apa pun. Masih ada para pemimpin yang terus mempersiapkan dan mengatur langkah melawan kalian, dan mereka tidak akan pernah meninggalkan jalan Perlawanan dan para syuhada.”
Pesan untuk Gaza
Kepada rakyat Gaza, Abu Obeida memuji keteguhan dan kesetiaan mereka meskipun telah berbulan-bulan menghadapi perang, pengepungan, dan kehancuran.
“Kami mendengar suara kalian, seruan kalian, dan menyaksikan iring-iringan agung perpisahan bagi para pemimpin syahid. Haram bagi kami untuk mengkhianati darah ini.”
Ia berjanji bahwa Perlawanan akan tetap setia kepada pengorbanan yang telah diberikan rakyat Gaza dan akan terus melanjutkan perjuangan hingga kemenangan tercapai.
“Pengorbanan besar ini, dengan izin Allah, akan menghasilkan kemenangan yang jelas dan menentukan.”
Seruan kepada Para Mediator dan Dunia Islam
Abu Obeida juga mempertanyakan peran para mediator dan penjamin internasional di tengah berlanjutnya serangan Israel tanpa henti, seraya menegaskan bahwa saat ini adalah momen untuk mengambil sikap yang jelas dalam sejarah.
Ia mendesak para mediator agar berhenti menyamakan korban dengan pelaku kejahatan dan menyerukan agar mereka menekan pendudukan untuk melaksanakan komitmen gencatan senjata serta memenuhi kewajiban-kewajibannya.
“Tahap saat ini membutuhkan penyatuan seluruh upaya untuk menahan pendudukan dan memaksanya mematuhi komitmennya. Diam dan bersikap netral tidak lagi dapat diterima.”
Juru bicara al-Qassam itu juga kembali menyerukan persatuan dunia Arab dan Islam, mengajak umat untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan mereka dan memusatkan perhatian pada apa yang ia sebut sebagai musuh utama umat.
Di tengah berlanjutnya kampanye pembunuhan yang dilakukan Israel meskipun terdapat pengaturan gencatan senjata, berbagai faksi Perlawanan Palestina menegaskan bahwa perjuangan masih jauh dari selesai dan bahwa jalan yang ditinggalkan para syuhada akan terus dilanjutkan hingga pembebasan tercapai. (FG)


