Agen ICE Tembak Mati Seorang Pria di Minneapolis karena Merekam Mereka
Agen federal melepaskan tembakan ke warga sipil tak bersenjata dalam Operasi Metro Surge, memicu kemarahan publik dan seruan untuk menghentikan operasi represif bermiliterisasi
Amerika Serikat | FAKTAGLOBAL.COM — Seorang pria ditembak mati oleh agen imigrasi federal Amerika Serikat di Minneapolis selama operasi penegakan hukum yang sedang berlangsung, memicu aksi protes serta seruan baru dari pejabat negara bagian dan kota untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai operasi federal yang sembrono dan brutal di bawah pemerintahan Trump.
Penembakan fatal itu terjadi pada Sabtu pagi di dekat persimpangan 26th Street dan Nicollet Avenue dalam rangka Operasi Metro Surge, sebuah kampanye imigrasi federal yang melibatkan pengerahan besar-besaran agen bersenjata di kota tersebut.
Gubernur Minnesota Tim Walz mengonfirmasi bahwa pria tersebut ditembak oleh seorang agen federal dan kemudian meninggal di rumah sakit.
Rekaman Video Membantah Narasi Federal
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) mengklaim bahwa petugas melepaskan tembakan saat berupaya melucuti seorang individu yang disebut bersenjata. Namun, sejumlah video yang beredar di media sosial secara tegas membantah klaim tersebut.
Rekaman menunjukkan para agen bertopeng dengan perlengkapan taktis menghadapi seorang pria yang tampak berdiri di sekitar lokasi sambil merekam aktivitas para agen selama apa yang terlihat sebagai proses penangkapan. Ia tidak terlihat melakukan tindakan ilegal atau mencurigakan apa pun.
Dalam video tersebut, seorang agen ICE terlihat memulai kontak fisik dengan mendorong pria itu, sebelum agen-agen lain mengerubunginya. Pria tersebut disemprot pepper spray berulang kali, ditendang, dan dipukuli hingga terjatuh di jalan yang tertutup salju. Beberapa saat kemudian, terdengar beberapa tembakan, dan pria itu ambruk.
Sudut pandang lain yang diperoleh Drop Site News menunjukkan bahwa pria tersebut diprovokasi dan didekati secara melawan hukum oleh agen ICE sebelum akhirnya ditembak.
Klaim Kepemilikan Senjata Tak Didukung Bukti
Pejabat federal menyatakan bahwa pria tersebut bersenjata. Rekaman video memang memperlihatkan sebuah senjata api di pinggang korban, namun pada tidak satu pun momen senjata tersebut ditarik atau diarahkan ke petugas.
Dalam salah satu klip, seorang agen terdengar berteriak, “Dia punya senjata,” namun rekaman menunjukkan bahwa hanya satu agen yang menyadari keberadaan senjata tersebut di tengah aksi pemukulan. Meski dikepung oleh sedikitnya enam agen, pria itu tidak dilumpuhkan secara non-mematikan, sehingga memunculkan pertanyaan serius mengenai pelatihan, aturan keterlibatan, dan penggunaan kekuatan.
Video dari para saksi menunjukkan bahwa pria tersebut ditembak beberapa kali, dengan tembakan terus dilepaskan bahkan setelah ia terjatuh ke tanah.
Korban Diidentifikasi sebagai Warga AS Tanpa Catatan Kriminal
Kepala Kepolisian Minneapolis Brian O’Hara menyatakan bahwa korban adalah seorang warga kota berusia 37 tahun, yang diyakini sebagai warga negara AS dan pemilik senjata api yang sah tanpa catatan kriminal. Hingga kini, pihak berwenang belum merilis nama korban ke publik.
O’Hara menggambarkan situasi di lokasi kejadian sebagai sangat berbahaya dan mengimbau masyarakat untuk menjauhi area tersebut, sembari menegaskan jarak antara kepolisian lokal dan operasi federal.
Pemimpin Minnesota Menuntut Penarikan Pasukan Federal
Gubernur Tim Walz mengecam pembunuhan tersebut dengan keras dan menyerukan penghentian segera operasi federal itu.
“Ini menjijikkan,” tulis Walz di platform X. “Saya baru saja berbicara dengan Gedung Putih setelah penembakan mengerikan lainnya oleh agen federal pagi ini. Presiden harus mengakhiri operasi ini. Tarik ribuan petugas yang kejam dan tidak terlatih keluar dari Minnesota. Sekarang.”
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey turut menyuarakan tuntutan tersebut, mempertanyakan berapa banyak lagi warga yang harus menjadi korban sebelum operasi itu dihentikan.
“Berapa banyak lagi warga, berapa banyak lagi orang Amerika yang harus meninggal atau terluka parah agar operasi ini berakhir?” ujar Frey dalam konferensi pers.
Dua senator AS dari Minnesota juga bergabung dalam seruan agar agen federal meninggalkan negara bagian tersebut.
Pola Kekerasan Federal
Pembunuhan di Minneapolis ini menjadi insiden besar lainnya di tengah perluasan operasi penindakan imigrasi federal, memperkuat kecaman bahwa Washington mengerahkan kekuatan bermiliterisasi yang tidak akuntabel ke dalam kota-kota Amerika.
Seiring terus menyebarnya bukti video, para pengkritik menyatakan bahwa penembakan ini membongkar realitas di balik klaim “hukum dan ketertiban” Amerika Serikat: sebuah sistem yang mengkriminalisasi pengamatan, membungkam dokumentasi, dan merespons pengawasan publik dengan kekerasan mematikan. (FG)



