Al-Farah: Tak Akan Ada Perdamaian Sejati Selama Palestina Masih Diduduki
Pejabat Ansarallah tersebut menilai perkembangan saat ini hanyalah putaran-putaran beruntun dari konflik yang terus berlangsung dan memperingatkan agar tidak terlena oleh ketenangan sementara
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Mohammed Al-Farah, anggota Biro Politik Ansarallah, menyatakan bahwa kawasan tidak akan merasakan ketenangan, mencapai perdamaian yang berkelanjutan, ataupun menyaksikan berakhirnya perang secara permanen selama musuh Zionis masih menduduki Palestina.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Al-Farah mengatakan bahwa karakter fase saat ini dan berbagai peristiwa yang terjadi di kawasan tidak lebih dari putaran-putaran beruntun dari konflik yang terus berlanjut.
Ia memperingatkan agar tidak bergantung pada periode ketenangan sementara dan mengingatkan bahaya terlena oleh setiap deeskalasi jangka pendek.
Putaran Beruntun dari Konflik yang Berkelanjutan
Al-Farah menegaskan bahwa keberadaan musuh Zionis di tanah Palestina meniadakan peluang bagi terciptanya stabilitas sejati maupun perdamaian yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai perkembangan yang terjadi saat ini hanyalah bagian dari konfrontasi panjang yang masih terus berlangsung.
“Kawasan ini tidak akan menyaksikan ketenangan, tidak akan mencapai perdamaian yang berkelanjutan, dan perang tidak akan benar-benar berakhir selama musuh Zionis masih menduduki Palestina,” kata Al-Farah.
Peringatan agar Tidak Terlena
Pejabat Ansarallah itu mengatakan bahwa mereka yang merasa tenang dan mengabaikan persiapan menghadapi putaran konfrontasi berikutnya telah gagal memahami hakikat konflik yang sedang berlangsung.
Ia menyerukan agar kesiapsiagaan dan persiapan terus dipertahankan, seraya menegaskan bahwa putaran-putaran konfrontasi berikutnya tidak dapat dihindari.
Al-Farah mengaitkan terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan dengan berakhirnya pendudukan Zionis atas Palestina, yang menurutnya merupakan hasil yang pasti dan tak terelakkan berdasarkan perspektif Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa babak-babak konflik berikutnya pasti akan terjadi dan memperingatkan bahwa mengabaikan kenyataan tersebut merupakan sikap yang gegabah dan berbahaya dalam perjuangan yang, menurutnya, akan terus berlanjut hingga Palestina merdeka. (FG)


