Al-Sharaa Dijadwalkan Berkunjung ke Moskow, Bertemu Putin pada 28 Januari
Kunjungan ini menyoroti berlanjutnya koordinasi Damaskus–Moskow di tengah ketidakpastian regional dan gencatan senjata internal yang rapuh
Suriah | FAKTAGLOBAL.COM — Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa dijadwalkan melakukan kunjungan ke Moskow pada 28 Januari, di mana ia diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut laporan Syria TV pada Senin.
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya dinamika regional dan upaya berkelanjutan Damaskus untuk mengelola tantangan keamanan internal, termasuk gencatan senjata yang rapuh antara pemerintah sementara dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat.
Kelanjutan Keterlibatan antara Damaskus dan Moskow
Rusia, sekutu dekat mantan Presiden Bashar al-Assad yang telah digulingkan, juga memperkuat hubungannya dengan al-Sharaa sejak ia mengambil alih kekuasaan 14 bulan lalu. Al-Sharaa mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin tahun lalu bahwa ia akan menghormati seluruh perjanjian sebelumnya dengan Moskow, yang mengindikasikan bahwa pangkalan-pangkalan utama Rusia di Suriah akan tetap aman.
Hal ini terjadi di tengah gencatan senjata yang goyah antara SDF dan pemerintah sementara di Damaskus.
Putin Tegaskan Kemitraan Jangka Panjang
Dalam pertemuan pada bulan Oktober, Putin menyoroti sifat hubungan yang berkelanjutan dan bersahabat antara kedua negara, dan kembali menegaskan pada Rabu bahwa Moskow dan Damaskus berbagi kemitraan jangka panjang yang telah terbangun selama beberapa dekade.
“Negara-negara kami telah mengembangkan hubungan khusus selama beberapa dekade,” ujar Putin, seraya menyatakan kegembiraannya menyambut al-Sharaa di ibu kota Rusia. Putin menegaskan bahwa kebijakan Rusia terhadap Suriah tidak pernah didikte oleh kepentingan politik sesaat atau kepentingan sempit, melainkan oleh “kepentingan rakyat Suriah.”
Pemimpin Rusia itu juga mencatat bahwa Moskow siap mengadakan konsultasi rutin dengan Damaskus melalui Kementerian Luar Negeri guna semakin memperkuat koordinasi dan kerja sama antara kedua negara. (FG)


