Analis Amerika: Kebijakan Trump terhadap Iran Bersifat Impulsif
Ketiadaan strategi yang koheren membuat kebijakan AS terhadap Teheran tidak dapat diprediksi, lebih dibentuk oleh politik domestik dan emosi daripada perencanaan jangka panjang
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM – Peneliti dan analis politik Amerika Kirk Dorsey mengatakan bahwa kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memiliki kerangka strategis yang jelas, seraya mencatat bahwa pendekatannya terhadap semua pihak—termasuk Iran—sebagian besar digerakkan oleh dorongan impulsif dan emosi.
Dorsey menggambarkan kebijakan luar negeri Trump sebagai kebijakan yang bertumpu pada keputusan-keputusan reaktif dan mendadak, alih-alih visi intelektual atau strategi yang koheren. Menurutnya, pendekatan semacam ini membuka berbagai kemungkinan dan menciptakan ketidakpastian, tidak hanya bagi lawan, tetapi juga bagi sekutu Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa Trump berbicara lebih sering dibanding presiden mana pun yang ia ingat, kerap tanpa mempertimbangkan konsekuensi politik dari pernyataannya maupun dampak yang lebih luas.
Sikap Trump terhadap Iran Didorong oleh Politik Internal AS
Dorsey berpendapat bahwa Trump tidak menunjukkan kepentingan strategis yang sungguh-sungguh terhadap Iran itu sendiri. Sebaliknya, sikapnya terhadap Teheran terutama dibentuk oleh pertimbangan politik domestik di dalam Amerika Serikat.
Ia menunjuk pada rivalitas politik internal serta penandatanganan kesepakatan nuklir 2015—Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA)—oleh mantan Presiden Barack Obama sebagai faktor utama yang mendorong pendekatan Trump yang berorientasi pada tekanan terhadap Iran.
Menanggapi perubahan sikap Trump yang tampak menjauh dari ancaman tindakan terhadap Iran setelah kerusuhan terbaru, Dorsey mengatakan bahwa presiden AS itu tampaknya mundur setelah menyadari bahwa basis pendukungnya di dalam negeri tidak memiliki keinginan untuk terlibat dalam konfrontasi dengan Teheran.
Ia menambahkan bahwa para penasihat dekat Trump kemungkinan telah menyimpulkan bahwa setiap konfrontasi dengan Iran akan sarat ketidakpastian, sehingga sulit untuk menentukan hasil yang dapat dicapai oleh Amerika Serikat.
Dorsey menutup dengan menyatakan bahwa, dalam ketiadaan kerangka kebijakan luar negeri yang jelas, Trump tetap mampu mengubah posisinya dengan sangat cepat, dan kemunculan pernyataan-pernyataan baru yang tiba-tiba bukanlah sesuatu yang mengejutkan. (FG)


