Analis Israel: AS Harus Tinggalkan Rencana Buka Kembali Selat Hormuz
Analisis ini menyoroti meningkatnya risiko eskalasi, memperingatkan bahwa setiap upaya AS untuk memaksakan pembukaan Selat dapat memicu pembalasan dahsyat Iran terhadap infrastruktur energi kawasan
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Seorang analis terkemuka Israel memperingatkan bahwa Amerika Serikat sebaiknya meninggalkan rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui kekuatan militer, mengingat tingginya risiko eskalasi dan konsekuensi regional yang serius.
Menurut analisis tersebut, Iran telah berhasil menciptakan skenario yang justru ingin dihindari Washington: konflik yang berkepanjangan dan semakin kompleks, yang membuat Amerika tidak memiliki opsi tanpa biaya.
Strategi Iran Menjebak Washington dalam Eskalasi Mahal
Laporan itu menyebut bahwa perang telah memasuki fase di mana setiap keputusan operasional AS membawa konsekuensi berantai dan biaya berlapis. Tidak ada satu pun opsi yang dapat dijalankan tanpa sekaligus memicu krisis baru.
Bahkan gagasan untuk membuka kembali Selat Hormuz melalui kekuatan militer dinilai tidak realistis. Analis tersebut mempertanyakan apakah memaksakan pembukaan Selat “dengan segala cara” merupakan strategi yang layak—dan menyimpulkan bahwa hal itu bukan pilihan yang rasional.
Risiko Pembalasan Lebih Besar dari Manfaat Pembukaan Hormuz
Analisis tersebut memperingatkan bahwa setiap upaya untuk memaksakan skenario tersebut akan memicu respons keras dari Iran, yang berpotensi menargetkan infrastruktur minyak dan gas di seluruh kawasan.
Pembalasan semacam itu dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih merusak dibandingkan manfaat apa pun dari pembukaan Selat, termasuk gangguan luas terhadap pasar energi global.
Pada akhirnya, laporan tersebut menyimpulkan bahwa mempertahankan kondisi saat ini di Selat Hormuz—meski memiliki keterbatasan—merupakan pilihan yang lebih rasional dan lebih kecil biayanya dibandingkan memasuki siklus destruktif yang dapat menghancurkan infrastruktur vital kawasan. (FG)


