Ancaman Drone Hizbullah Meluas — Zionis Akui Kebuntuan Strategis di Lebanon
Laporan Ibrani memperingatkan kemampuan drone canggih Hizbullah menyebar ke Gaza dan Tepi Barat, sementara pejabat Israel mengakui kebuntuan militer yang semakin dalam
Lebanon / Palestina Terjajah, FAKTAGLOBAL.COM — Media berbahasa Ibrani mengakui meningkatnya kekhawatiran di dalam rezim Zionis atas meluasnya kemampuan Hizbullah, khususnya dalam perang drone, seiring dengan memburuknya kebuntuan strategis di Lebanon selatan.
Kemampuan Drone Hizbullah Picu Kekhawatiran di Tel Aviv
Menurut surat kabar Ibrani Yedioth Ahronoth, Tel Aviv semakin khawatir terhadap kemungkinan penggunaan drone bunuh diri khusus milik Hizbullah oleh kelompok Palestina di Tepi Barat dan Gaza.
Laporan tersebut menggambarkan drone yang dipandu serat optik ini sebagai salah satu ancaman paling berbahaya bagi pasukan Zionis di Lebanon selatan, dengan menekankan bahwa saat ini belum ada sistem pertahanan efektif yang mampu menghadapinya.
Disebutkan bahwa drone ini sulit dideteksi, memiliki jangkauan hingga 15 kilometer, dan tidak dapat diganggu melalui sistem peperangan elektronik konvensional karena tidak bergantung pada sinyal radio.
Laporan itu juga menambahkan bahwa serangan drone Hizbullah telah melukai puluhan tentara Zionis dalam waktu singkat, menunjukkan dampaknya yang semakin besar di medan tempur.
Pejabat Israel Akui “Jebakan Strategis” di Lebanon
Dalam laporan terpisah, surat kabar Ibrani Israel Hayom mengutip seorang pejabat keamanan senior Zionis yang mengakui bahwa rezim tersebut kini terjebak dalam kebuntuan strategis di Lebanon.
“Kami terperangkap dalam jebakan strategis,” ujar pejabat tersebut. “Di satu sisi, kami tidak bisa mundur dari Lebanon selatan karena akan dianggap sebagai pengakuan kekalahan. Di sisi lain, kami juga tidak mampu maju atau mengambil inisiatif.”
Laporan tersebut mengaitkan kebuntuan ini terutama dengan ketidakmampuan militer Zionis dalam menghadapi operasi drone Hizbullah secara efektif.
Disebutkan pula bahwa para pejabat senior meyakini kawasan ini sedang memantau dengan cermat keberhasilan Hizbullah, dan kelompok lain—khususnya di Gaza—kemungkinan akan berupaya memperoleh kemampuan serupa. Laporan itu juga mencatat bahwa drone semacam ini dapat diselundupkan ke Tepi Barat dengan relatif mudah.
Surat kabar tersebut menyimpulkan bahwa frustrasi dalam militer Zionis semakin terlihat jelas, karena apa yang semula dimaksudkan sebagai jebakan strategis bagi Hizbullah justru berubah menjadi jebakan strategis bagi rezim Zionis itu sendiri.
Ditambahkan bahwa realitas medan tempur yang terus berkembang kini menjadi lebih kompleks dibandingkan sebelum perang, baik karena keterbatasan militer Israel maupun keberhasilan Iran dalam menyatukan front perlawanan dan menghubungkan dinamika regional. (FG)


