Anggota Parlemen Hizbullah: Kesepakatan Lebanon-Israel Ditujukan Picu Perang Saudara
Ihab Hamadeh mengecam kesepakatan pemerintah Lebanon dengan Israel, menyebutnya sebagai perjanjian yang dimediasi AS untuk memicu konflik internal dan menguntungkan Israel.
Lebanon, FAKTAGLOBAL.COM – Di tengah berlanjutnya kecaman para pejabat Hizbullah terhadap kesepakatan pemerintah Lebanon dengan rezim Israel, Ihab Hamadeh, anggota senior Fraksi Kesetiaan kepada Perlawanan di Parlemen Lebanon, juga melontarkan kecaman keras terhadap perjanjian tersebut. Ia menyebutnya sebagai kesepakatan yang dicapai melalui mediasi Amerika Serikat dan merugikan Lebanon.
Hamadeh menegaskan bahwa sikap Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, terhadap kesepakatan itu sudah sangat jelas dan tegas. Menurutnya, Berri menyamakan perjanjian tersebut dengan fitnah yang mengancam persatuan bangsa.
Ia menambahkan bahwa satu-satunya tujuan dari kesepakatan itu adalah memicu perang saudara di antara rakyat Lebanon dan melayani kepentingan Israel.
Hamadeh juga menegaskan bahwa taruhan pemerintah bukan hanya terhadap Perlawanan dan persenjataannya, melainkan terhadap seluruh rakyat Lebanon. Karena itu, menurutnya, masyarakat harus menyadari bahwa pemerintah sedang mempertaruhkan konflik internal sebagai langkah terakhirnya.
Pemerintah Tak Berhak Menyerahkan Sejengkalpun Wilayah Lebanon
Hamadeh selanjutnya menyatakan bahwa apa yang disebut sebagai “kerangka kesepakatan” pada hakikatnya telah gugur dan merupakan dokumen yang “lahir dalam keadaan mati”, karena pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menyeret negara ke dalam perang saudara.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga tidak dapat memberikan kepada Israel sesuatu yang gagal diperolehnya melalui perang, serta tidak memiliki legitimasi hukum untuk melepaskan bahkan sejengkal wilayah Lebanon.
Anggota senior Hizbullah itu menutup pernyataannya dengan mengutip ketentuan tegas dalam Konstitusi Lebanon. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun—baik presiden maupun pejabat lainnya—memiliki hak untuk menyerahkan sejengkal pun tanah Lebanon. (FG)


