Ansarallah: Wacana Perang Baru Terhadap Iran Bukti Kegagalan Musuh Kalahkan Perlawanan
Tokoh perlawanan Yaman ini mengatakan wacana perang baru terhadap Iran merupakan pengakuan kegagalan, sementara iman dan keteguhan melampaui daya tembak musuh
Yaman | FAKTAGLOBAL.COM — Seorang anggota senior gerakan Ansarullah Yaman mengatakan bahwa mobilisasi militer dan pengerahan armada laut terbaru oleh kekuatan-kekuatan yang bermusuhan merupakan bukti nyata bahwa Poros Perlawanan tetap hidup, dinamis, dan tidak terkalahkan.
“Pembicaraan Perang Baru adalah Pengakuan Kegagalan”
Nasruddin Amer menulis di akun Telegram-nya bahwa jika Poros Jihad dan Perlawanan benar-benar telah dikalahkan, sebagaimana diklaim musuh-musuhnya dalam beberapa bulan terakhir, maka tidak akan ada alasan untuk mobilisasi militer baru.
“Jika Poros Jihad dan Perlawanan benar-benar telah dikalahkan dan diakhiri, sebagaimana mereka gembar-gemborkan dalam beberapa bulan terakhir, lalu mengapa sekarang ada mobilisasi dan pengerahan armada?!” tulis Amer.
Ia menegaskan bahwa sekadar membicarakan putaran perang baru terhadap Iran dan Poros Perlawanan sudah merupakan pengakuan atas kegagalan.
“Sekadar berbicara tentang putaran baru perang melawan Republik Islam dan Poros Jihad dan Perlawanan merupakan pengakuan penuh bahwa putaran sebelumnya telah gagal,” katanya.
Zionisme Global Gagal Meski Miliki Kekuatan Besar
Amer menambahkan bahwa Zionisme global, meskipun memiliki kemampuan yang sangat besar dan belum pernah ada sebelumnya, telah gagal melenyapkan Poros Perlawanan, yang ia gambarkan sebagai perwujudan kaum tertindas, merdeka, dan sadar dari umat Islam.
“Zionisme global, dengan seluruh kemampuan besarnya yang belum pernah ada sebelumnya, telah gagal memberantas Poros Perlawanan,” tulisnya, seraya mencatat bahwa sumber daya material kaum tertindas tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan-kekuatan arogan dan tiranik.
Amer menekankan bahwa kekuatan Poros Perlawanan tidak terletak pada kekuatan material, melainkan pada ketergantungan kepada Tuhan.
“Ketergantungan kami adalah kepada Tuhan, dan kepercayaan kami kepada-Nya adalah rahasia keteguhan kami dan jalan menuju kemenangan dalam seluruh pertempuran mendatang, insyaallah,” katanya, seraya menambahkan, “Kemenangan hanya datang dari Tuhan.”
Yaman Menegaskan Solidaritas Penuh dengan Iran
Dalam perkembangan terkait, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulwahab Abu Ras, sebelumnya telah mengirimkan pesan resmi kepada Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, untuk mengucapkan selamat atas peringatan ke-47 kemenangan Revolusi Islam.
Dalam pesannya, Abu Ras menyoroti pencapaian Iran sejak revolusi, khususnya berakhirnya ketergantungan pada kekuatan asing, yang ia sebut sebagai salah satu hasil paling signifikan dari transformasi bersejarah tersebut.
Pujian atas Kemajuan Ilmiah Iran dan Dukungan bagi Palestina
Abu Ras juga memuji dukungan Iran terhadap berbagai isu adil di dunia Islam, terutama perjuangan Palestina, serta menyoroti kemajuan ilmiah Iran yang dicapai meski menghadapi upaya berkelanjutan dari kekuatan-kekuatan hegemonik global untuk melemahkannya.
Ia menutup dengan menegaskan kembali solidaritas penuh Yaman dengan Iran dan rakyatnya dalam menghadapi segala ancaman terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas negara tersebut. (FG)


