Araghchi: Iran Tak Akan Pernah Berkompromi atas Keamanan Nasional
Teheran memperingatkan konsekuensi serius sembari mengecam standar ganda Barat, eskalasi agresi, dan normalisasi terorisme Zionis di tingkat global.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan pernah berkompromi dalam hal keamanan rakyatnya dalam keadaan apa pun.
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, kedua pihak membahas hubungan bilateral serta isu-isu konsuler. Dalam kesempatan tersebut, Araghchi mengecam keras apa yang ia sebut sebagai dukungan yang memprihatinkan dari pemerintah Swedia terhadap seorang individu yang dihukum karena spionase untuk rezim Zionis.
Ia menekankan bahwa komitmen Iran untuk melindungi warganya bersifat mutlak dan tidak dapat ditawar.
Peringatan terhadap Normalisasi Terorisme Zionis
Araghchi menyampaikan peringatan keras kepada komunitas internasional terkait apa yang ia gambarkan sebagai normalisasi praktik terorisme Zionis.
Ia menyatakan bahwa Israel tidak menunjukkan kepedulian terhadap konsekuensi dari penggunaan metode tersebut, sementara komunitas global terus mengabaikan atau bahkan mentoleransi tindakan-tindakan tersebut.
Untuk menggambarkan standar ganda, Araghchi mengajukan skenario hipotetis: jika Iran secara terbuka menyatakan daftar target pembunuhan di kalangan kepemimpinan Amerika Serikat, maka dunia akan segera bereaksi dengan kemarahan global, sidang darurat Dewan Keamanan PBB, sanksi, ancaman, bahkan perang—semuanya atas nama hukum internasional.
Namun, menurutnya, ketika Israel melakukan tindakan serupa, para pihak yang mengklaim menjaga tatanan dunia justru memilih diam, bersikap ambigu, atau bahkan terlibat dengan memberikan dukungan politik dan militer.
“Ini bukan lagi sekadar kemunafikan,” tegas Araghchi. “Ini adalah runtuhnya moralitas secara terencana, di mana aturan hanya berlaku bagi lawan, sementara kekebalan diberikan kepada sekutu.”
Diplomasi Regional di Tengah Eskalasi
Araghchi juga melakukan pembicaraan terpisah dengan para menteri luar negeri Turki, Mesir, dan Pakistan, yang berfokus pada berlanjutnya agresi Amerika–Zionis terhadap Iran.
Ia menggambarkan serangan terhadap infrastruktur Iran sebagai upaya yang disengaja untuk meningkatkan ketegangan dan menciptakan ketidakstabilan di kawasan. Ia memperingatkan bahwa negara-negara regional harus tetap waspada dan terkoordinasi dalam menghadapi ancaman tersebut.
Menyoroti dampak yang lebih luas, Araghchi menegaskan bahwa perilaku agresif dan tidak bertanggung jawab dari Amerika Serikat dan rezim Israel membawa konsekuensi berbahaya bagi seluruh kawasan.
Iran Tegaskan Respons Tanpa Kompromi
Menutup pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan warganya.
Republik Islam, ujarnya, tidak akan mengabaikan upaya apa pun dalam merespons ancaman dan menghadapi agresi, serta menegaskan bahwa setiap eskalasi lanjutan akan dihadapi dengan tindakan yang tegas dan menentukan. (FG)


