Araghchi Peringatkan Operasi Bendera Palsu untuk Seret Negara Ketiga Dalam Perang
Menteri luar negeri Iran memperingatkan bahwa skenario AS-Israel bertujuan memperluas konflik melalui operasi rekayasa dan tekanan terhadap negara-negara kawasan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran, Sayyed Abbas Araghchi, melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Yunani, Giorgos Gerapetritis, membahas dampak dari perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.
Menteri luar negeri Yunani menyampaikan kekhawatiran mendalam atas konsekuensi perang tersebut, khususnya dalam dimensi keamanan dan ekonomi, serta menyatakan harapan agar perdamaian dan stabilitas segera kembali ke kawasan.
Iran Kecam Agresi AS-Israel, Peringatkan Runtuhnya Hukum dan Moral Internasional
Araghchi memaparkan kejahatan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis selama 30 hari agresi militer terhadap Iran, serta menekankan tanggung jawab seluruh negara untuk mengecam serangan ilegal dan pelanggaran berat hukum kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa sikap diam terhadap pelanggaran hukum dan tindakan teror oleh AS dan Israel sedang menggerus tatanan hukum dan moral internasional, serta memperingatkan bahwa dampaknya pada akhirnya akan dirasakan oleh semua negara.
Menteri luar negeri tersebut juga menyatakan bahwa ketidakamanan di Selat Hormuz merupakan akibat langsung dari agresi militer AS dan Israel.
Ia menambahkan bahwa Iran, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku, telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah para agresor dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan mereka memanfaatkan jalur perairan tersebut untuk tujuan yang melanggar hukum.
Langkah-langkah tersebut mencakup pembatasan terhadap kapal-kapal yang bersifat bermusuhan, sembari tetap menjamin keamanan pelayaran bagi kapal lainnya melalui koordinasi dengan otoritas militer dan keamanan Iran.
Peringatan Eskalasi dan Operasi “Bendera Palsu”
Araghchi menegaskan kewajiban hukum negara-negara berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayah dan fasilitas mereka digunakan oleh pihak agresor dalam merencanakan, mendukung, atau melaksanakan serangan terhadap negara lain.
Ia menekankan bahwa serangan militer AS dan Israel terhadap Iran merupakan pelanggaran nyata terhadap Pasal 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan merupakan tindakan agresi terhadap negara anggota PBB. Oleh karena itu, seluruh negara berkewajiban untuk mengecam agresi tersebut dan tidak memberikan bentuk kerja sama apa pun kepada para pelakunya.
Araghchi menegaskan kembali bahwa Iran akan terus melanjutkan operasi pertahanannya terhadap para agresor serta sumber-sumber serangan, termasuk pangkalan militer dan fasilitas yang digunakan dalam agresi terhadap Iran, meskipun berada di wilayah negara-negara kawasan.
Ia menutup dengan peringatan mengenai skenario AS-Israel untuk memperluas perang, baik melalui tekanan terhadap negara lain agar terlibat, maupun melalui operasi “false flag” terhadap negara ketiga guna meningkatkan eskalasi konflik. (FG)


