Araghchi: Putaran Kedua Perundingan Iran–AS Berlangsung Lebih Konstruktif
Menlu Iran itu mengatakan perundingan tidak langsung dengan AS di Jenewa menjadi lebih serius pada putaran kedua, dengan prinsip-prinsip panduan disepakati dan arah ke depan yang lebih jelas
Jenewa | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan putaran kedua perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa berlangsung dalam suasana yang lebih konstruktif dibandingkan putaran sebelumnya, dengan pembahasan yang lebih serius dan arah ke depan yang kini semakin jelas.
Berbicara pada Selasa, , setelah berakhirnya putaran kedua perundingan tidak langsung Iran–AS yang digelar di Kedutaan Besar Oman di Jenewa, Araghchi memaparkan hasil-hasil utama pertemuan tersebut.
Pembahasan Lebih Serius Dibanding Putaran Pertama
“Hari ini, kami menggelar putaran kedua perundingan tidak langsung dengan delegasi Amerika di Kedutaan Besar Oman di Jenewa,” kata Araghchi.
Ia menjelaskan bahwa konsultasi sebenarnya telah dimulai sejak hari sebelumnya, ketika Rafael Grossi tiba di Jenewa.
“Pembahasan teknis yang baik dan bermanfaat telah dilakukan dengannya, dan ia juga bertemu dengan delegasi Amerika,” tambah Araghchi.
Menurut menteri luar negeri itu, putaran kedua menandai perubahan yang jelas dalam nada dan substansi.
“Dalam putaran ini, dibandingkan dengan sebelumnya, pembahasan yang sepenuhnya serius telah diangkat, dan suasananya lebih konstruktif,” ujarnya.
Kesepakatan atas Prinsip-Prinsip Panduan
Araghchi mencatat bahwa berbagai gagasan diajukan dan ditelaah secara mendalam oleh kedua pihak.
“Gagasan-gagasan ini dibahas secara serius, dan pada akhirnya kami dapat mencapai pemahaman umum atas seperangkat prinsip panduan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa mulai dari titik ini, perundingan akan dilanjutkan berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, dengan tujuan bergerak menuju penyusunan teks kesepakatan yang mungkin dicapai.
Belum Ada Kesepakatan Cepat, Namun Arah Lebih Jelas
Menteri luar negeri itu mengingatkan agar tidak berharap tercapainya kesepakatan secara cepat.
“Ini tidak berarti bahwa kami dapat segera mencapai kesepakatan,” kata Araghchi. “Namun setidaknya, jalurnya telah dimulai.”
Ia menegaskan bahwa Iran siap mencurahkan waktu yang diperlukan dalam proses ini.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat bergerak maju secepat mungkin, dan kami siap mengalokasikan waktu yang memadai,” ujarnya, seraya mencatat bahwa penyusunan teks kesepakatan pasti akan lebih kompleks dan rinci.
Ada Kemajuan, Namun Belum Ada Tanggal Putaran Ketiga
Araghchi menggambarkan hasil putaran kedua sebagai langkah maju yang nyata.
“Ada kemajuan yang baik dibandingkan dengan sesi sebelumnya,” katanya. “Kini kami memiliki arah yang jelas ke depan, yang saya nilai positif.”
Terkait waktu kemungkinan putaran ketiga, Araghchi mengatakan belum ada tanggal yang ditetapkan.
“Diputuskan bahwa kedua pihak akan mengerjakan draf teks untuk kesepakatan potensial,” jelasnya. “Teks-teks ini kemudian akan dipertukarkan, dan setelah itu, tanggal lain untuk putaran ketiga akan dipertimbangkan.”
Araghchi menekankan bahwa meskipun situasi kini lebih jelas, tantangan tetap ada.
“Ini tidak berarti sudah ada peta jalan formal,” katanya. “Namun kini kami memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang perlu dilakukan dan langkah-langkah apa yang harus diambil selanjutnya.”
Ia menambahkan bahwa kedua pihak masih memegang posisi-posisi yang memerlukan upaya untuk didekatkan.
“Namun demikian,” pungkas Araghchi, “kini kami memiliki prinsip-prinsip panduan dan jalur ke depan yang lebih jelas serta lebih positif untuk dilalui.” (FG)


