Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata Tanpa Penghentian Serangan ke Lebanon
Iran menegaskan bahwa penghentian serangan Israel ke Lebanon merupakan bagian dari gencatan senjata, menyerukan tindakan global, dan memperingatkan bahwa pelanggaran dapat merusak diplomasi
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran, Sayyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa setiap kerangka gencatan senjata tidak akan lengkap tanpa penghentian penuh serangan Israel ke Lebanon, serta memperingatkan bahwa agresi yang terus berlanjut merupakan pelanggaran serius yang mengancam upaya diplomatik.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah gencatan senjata rapuh antara Iran dan Amerika Serikat, yang semakin rumit akibat berlanjutnya operasi militer Israel di Lebanon meskipun kesepakatan telah diumumkan.
Lebanon Bagian Integral dari Kerangka Gencatan Senjata
Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot, Araghchi menegaskan bahwa penghentian serangan di seluruh kawasan—terutama di Lebanon—bukanlah pilihan, melainkan syarat utama dalam kesepahaman gencatan senjata.
Ia menyatakan bahwa meskipun gencatan senjata telah diumumkan, pasukan Israel tetap melanjutkan apa yang ia sebut sebagai “serangan brutal” terhadap Lebanon, yang merupakan pelanggaran serius terhadap kesepakatan.
Araghchi menekankan bahwa penghentian agresi di Lebanon secara jelas termasuk dalam kerangka gencatan senjata, yang juga diperkuat melalui upaya mediasi Pakistan.
Posisi ini sejalan dengan pandangan Iran bahwa gencatan senjata tidak boleh terbatas pada wilayah Iran saja, tetapi harus mencakup seluruh front sekutu, termasuk Lebanon.
Seruan untuk Tindakan Internasional
Menteri luar negeri Iran menyerukan kepada komunitas internasional—khususnya negara-negara Eropa—untuk mengambil langkah serius dan segera guna menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon.
Ia menilai situasi ini sebagai ujian tanggung jawab internasional, serta memperingatkan bahwa kegagalan bertindak akan memungkinkan pelanggaran terus berlanjut dan merusak kredibilitas proses diplomatik.
Mitra Prancisnya menyambut penghentian permusuhan, namun juga menekankan pentingnya menghentikan serangan terhadap Lebanon dan mendorong negosiasi menuju stabilitas jangka panjang di kawasan.
Diplomasi Regional Meningkat
Selain komunikasi dengan Prancis, Araghchi juga mengadakan pembicaraan terpisah dengan para menteri luar negeri Irak, Mesir, dan Korea Selatan, membahas perkembangan pasca pengumuman gencatan senjata.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, Araghchi menyampaikan apresiasi atas sikap pemerintah, otoritas keagamaan, dan rakyat Irak yang menunjukkan solidaritas terhadap Iran serta mengecam agresi militer Amerika dan Israel.
Ia kembali menegaskan bahwa Iran menerima proposal gencatan senjata secara bertanggung jawab sebagai jalan menuju negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang secara menyeluruh.
Gencatan Senjata Harus Berlaku di Semua Front
Dalam berbagai percakapan diplomatik tersebut, Araghchi secara konsisten menegaskan bahwa gencatan senjata tidak boleh bersifat terbatas atau selektif, melainkan harus mencakup seluruh arena konflik, termasuk Lebanon.
Ia memperingatkan bahwa serangan Israel yang terus berlanjut—yang menyebabkan ratusan korban sipil—bukan hanya pelanggaran terhadap gencatan senjata, tetapi juga upaya memperpanjang perang dan menggagalkan diplomasi.
Ketegangan regional tetap tinggi, seiring serangan Israel ke Lebanon yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas gencatan senjata dan potensi eskalasi yang lebih luas.
Hormuz dan Stabilitas Bersyarat
Menanggapi situasi di Selat Hormuz, Araghchi menyatakan bahwa jalur pelayaran tetap dapat berlangsung aman dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran, selama semua pihak mematuhi komitmen yang ada.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap gencatan senjata merupakan syarat utama untuk menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan.
Menuju Akhir Perang yang Menyeluruh
Dalam pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Mesir, kedua pihak menekankan pentingnya pemenuhan komitmen serta penghentian total permusuhan di seluruh front.
Diskusi tersebut mencerminkan pemahaman yang semakin menguat di tingkat regional bahwa gencatan senjata harus menjadi langkah menuju akhir perang yang definitif dan tidak dapat dibalik, bukan sekadar jeda sementara dalam pertempuran. (FG)


