Araghchi–Putin Bertemu: Rusia Puji Iran, Tegaskan Dunia Akui Ketangguhan Perlawanan
Teheran dan Moskow memperdalam koordinasi setelah pertemuan 90 menit, ketika ketangguhan Iran menghadapi agresi AS–Zionis mendapat pengakuan global dan momentum strategis
Rusia, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan panjang di St. Petersburg, di mana Moskow secara terbuka mengakui ketangguhan rakyat Iran dan kegagalan agresi AS–Zionis untuk mematahkan Iran.
“Pada awal pembicaraan kita, saya ingin menyampaikan bahwa minggu lalu saya menerima pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran,” kata Putin dalam pertemuannya dengan Araghchi, menandakan komunikasi langsung di tingkat tertinggi antara Teheran dan Moskow.
Berbicara setelah pertemuan, Araghchi mengatakan bahwa diskusi berlangsung secara rinci, mencerminkan semakin kuatnya konvergensi antara Teheran dan Moskow pada momen krusial dalam transformasi geopolitik Asia Barat.
Pembahasan Menyeluruh tentang Perang, Kawasan, dan Kerja Sama Strategis
Araghchi menggambarkan pertemuan tersebut sebagai “sangat konstruktif,” seraya mencatat bahwa pembicaraan berlangsung lebih dari 90 menit. Ia menyatakan bahwa diskusi mencakup “seluruh isu secara rinci,” termasuk perang yang dipaksakan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis—sebuah agresi yang gagal mematahkan perlawanan Iran dan justru membentuk ulang dinamika kawasan.
Ia menegaskan bahwa kedua pihak juga membahas perluasan kerja sama, dengan “gagasan-gagasan yang sangat baik” diajukan untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor. Menurut Araghchi, kondisi saat ini menghadirkan “landasan yang sangat baik untuk kerja sama,” menandakan fase baru dalam penyelarasan strategis Iran–Rusia.
Menteri luar negeri Iran tersebut juga menegaskan kembali komitmen kuat Teheran untuk mempertahankan dan memperluas kemitraan strategisnya dengan Moskow di tengah perubahan kondisi global.
Pengakuan Global atas Perlawanan Iran
Salah satu aspek paling menonjol dari pertemuan tersebut, menurut Araghchi, adalah pengakuan Presiden Putin terhadap perlawanan dan kemenangan rakyat Iran.
“Putin menyatakan bahwa bukan hanya Rusia, tetapi kini seluruh dunia sedang memuji rakyat Iran,” kata Araghchi, merujuk pada keteguhan mereka dalam menghadapi tekanan AS dan kemenangan mereka dalam apa yang ia sebut sebagai “perang yang tidak seimbang dan tidak adil.”
Pengakuan ini menegaskan meningkatnya kesadaran internasional bahwa kampanye tekanan Washington gagal menundukkan Iran, dan justru mengungkap batas-batas kekuatan Amerika serta ketahanan bangsa-bangsa yang menolak tunduk.
Rusia Dukung Kedaulatan Iran, Sampaikan Pesan kepada Pemimpin Tertinggi
Memperkuat posisi tersebut, Putin menyatakan bahwa rakyat Iran “berjuang dengan berani dan heroik untuk kedaulatan mereka,” serta menyampaikan keyakinannya bahwa Iran akan mampu mengatasi tantangan saat ini.
Ia juga meminta Araghchi untuk menyampaikan pesan langsung kepada kepemimpinan Iran, menegaskan kedalaman hubungan antara Teheran dan Moskow.
“Tolong sampaikan kepada Pemimpin Tertinggi ucapan terima kasih atas pesan tersebut serta doa terbaik untuk kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Putin kepada Araghchi.
Ia juga menegaskan bahwa Rusia akan bertindak dengan cara yang sejalan dengan kepentingan Iran dan kepentingan kawasan yang lebih luas.
“Adapun dari pihak kami, kami akan melakukan segala sesuatu yang memenuhi kepentingan Anda dan kepentingan seluruh bangsa di kawasan, agar perdamaian ini dapat terwujud secepat mungkin,” kata Putin.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov turut menegaskan posisi ini, memperingatkan terhadap potensi kembalinya eskalasi militer dan menekankan bahwa kelanjutan agresi tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga negara-negara kawasan serta ekonomi global.
Kemitraan Strategis Memasuki Fase Baru
Araghchi menyampaikan apresiasi Iran atas dukungan Rusia selama masa perang, sekaligus menyampaikan pesan-pesan goodwill dari kepemimpinan Iran kepada Putin.
Ia menegaskan bahwa hubungan Iran–Rusia telah mencapai tingkat kemitraan strategis dan akan terus berkembang dengan kekuatan dan koordinasi yang lebih besar di masa mendatang. (FG)


