Araqchi Bertolak ke Muscat untuk Perundingan Nuklir dengan Amerika Serikat
Kementerian Luar Negeri Iran Tekankan Kekuatan, Kedaulatan, dan Kesadaran Sejarah Saat Negosiasi Dilanjutkan
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi, bertolak ke Muscat memimpin sebuah delegasi diplomatik untuk melaksanakan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat, menurut pengumuman resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan pada Kamis malam di platform X, Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengonfirmasi bahwa Araqchi menuju ibu kota Oman untuk terlibat dalam pembicaraan yang bertujuan membahas isu nuklir.
Iran: Diplomasi dari Posisi Kekuatan
Baghaei menegaskan bahwa partisipasi Iran dalam perundingan tersebut dilakukan “dengan penuh kewibawaan,” serta dengan tujuan mencapai sebuah kesepahaman yang adil, dapat diterima kedua belah pihak, dan bermartabat terkait berkas nuklir.
Ia menekankan bahwa Iran memasuki perundingan dengan kesadaran penuh atas rekam jejak Washington, seraya menyatakan bahwa pengalaman pahit di masa lalu—termasuk pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat sebelumnya, agresi militer pada bulan Juni, serta intervensi asing selama kerusuhan pada bulan Dey—tetap menjadi perhatian serius.
“Terlepas dari pengalaman-pengalaman tersebut,” ujar Baghaei, “kami tetap berkewajiban untuk membela hak-hak bangsa Iran dan menuntutnya tanpa kompromi.”
Tidak Meninggalkan Diplomasi, Tanpa Ilusi terhadap Washington
Juru bicara Kementerian Luar Negeri menambahkan bahwa Iran tetap memandang sebagai tanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan satu pun peluang dalam memanfaatkan diplomasi guna menjaga kepentingan nasional serta melindungi perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Baghaei juga menyampaikan apresiasi atas peran negara-negara tetangga dan kawasan yang, menurutnya, telah bertindak secara bertanggung jawab dan konstruktif dalam memfasilitasi proses diplomatik.
Ia menyatakan harapan agar pihak Amerika Serikat mendekati perundingan dengan sikap realistis, serius, dan bertanggung jawab—sifat-sifat yang, menurut Iran, berulang kali tidak terlihat dalam perilaku Amerika Serikat di masa lalu.
Simbolisme di Langit: Isyarat Tabas
Dalam sebuah langkah yang menarik perhatian, data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat yang membawa Menteri Luar Negeri Iran tercatat berasal dari Gurun Tabas dalam perjalanannya menuju Muscat.
Tabas memiliki signifikansi historis yang mendalam dalam hubungan Iran–Amerika Serikat. Wilayah ini merupakan lokasi kegagalan operasi militer Amerika Serikat pada tahun 1980 yang dikenal sebagai Operasi Eagle Claw, di mana satuan Delta Force AS dihantam badai pasir, yang menyebabkan runtuhnya misi tersebut, tewasnya delapan personel militer Amerika, serta hancurnya perlengkapan militer mereka.
Rujukan simbolik ini tidak luput dari perhatian, mempertegas pesan Iran bahwa diplomasinya dijalankan dengan ingatan sejarah yang jelas—tanpa amnesia terhadap kegagalan, intervensi, dan agresi Amerika Serikat di masa lalu. (FG)



