Araqchi: Iran Akan Respons Tegas Jika AS Langgar Nota Kesepahaman
Menlu Iran menegaskan Teheran tetap berkomitmen melaksanakan nota kesepahaman yang mengakhiri perang dengan itikad baik, namun akan merespons secara tegas setiap pelanggaran yang dilakukan AS
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Menteri Luar Negeri Iran, Sayyed Abbas Araqchi, menegaskan Republik Islam Iran akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran atas nota kesepahaman yang mengakhiri perang baru-baru ini. Ia menyatakan Iran tetap berkomitmen melaksanakan kesepahaman tersebut dengan itikad baik berdasarkan prinsip “komitmen dibalas komitmen”.
Pernyataan itu disampaikan Araqchi dalam pertemuannya dengan para pejabat tinggi Irak pada Ahad, dalam rangka kunjungan resminya ke Baghdad.
Iran Peringatkan Pelanggaran Nota Kesepahaman Pengakhiran Perang
Dalam pembicaraannya dengan Presiden Irak Nizar Amidi, Araqchi menyampaikan salam hangat dari Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya pemerintahan baru Irak serta menegaskan tekad Teheran untuk memperluas kerja sama dengan Baghdad di berbagai bidang.
Kedua pihak meninjau hubungan bilateral di sektor politik, ekonomi, keamanan, dan hubungan antarmasyarakat. Mereka juga membahas perkembangan keamanan kawasan setelah agresi militer Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran, termasuk kondisi ketidakamanan yang terjadi di Selat Hormuz.
Merujuk pada nota kesepahaman yang mengakhiri perang, Araqchi mengatakan pelanggaran yang dilakukan Amerika Serikat dan rezim Israel—terutama terhadap klausul pertama nota tersebut—menjadi hambatan serius bagi pemulihan keamanan dan stabilitas kawasan.
“Republik Islam Iran melaksanakan nota kesepahaman ini dengan itikad baik berdasarkan prinsip ‘komitmen dibalas komitmen’, namun pada saat yang sama akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan pihak lain,” tegasnya.
Irak Tegaskan Dukungan kepada Iran
Presiden Amidi kembali menegaskan sikap prinsipil Irak dalam mendukung rakyat Iran menghadapi agresi asing. Ia juga menekankan pentingnya negara-negara kawasan memperkuat kerja sama guna mewujudkan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di Asia Barat.
Araqchi turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Irak atas penyambutan terhadap jutaan peziarah Iran yang mengunjungi tempat-tempat suci di negara tersebut.
Ia menyebut upacara pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam yang akan digelar di Irak sebagai kesempatan istimewa untuk semakin mempererat solidaritas dan persahabatan antara bangsa Iran dan Irak, seraya menyampaikan penghargaan atas berbagai persiapan yang dilakukan Baghdad.
Keamanan Kolektif Jadi Jalan Menuju Stabilitas Kawasan
Araqchi kemudian bertemu Ketua Parlemen Irak, Haibat al-Halbousi. Dalam pertemuan itu, ia kembali menegaskan kesiapan Iran untuk memperdalam kerja sama bilateral, termasuk melalui diplomasi parlemen, serta memperkuat koordinasi demi mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan.
Menjelaskan posisi Iran terkait perkembangan keamanan kawasan, Araqchi mengatakan perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di Asia Barat memerlukan pendekatan regional yang baru dengan mengambil pelajaran dari pengalaman selama setahun terakhir.
Ia menyatakan harapannya agar negara-negara kawasan dapat bekerja sama membangun sistem keamanan kolektif yang berlandaskan saling percaya dan kerja sama.
Kedua pihak juga meninjau perkembangan hubungan Iran-Irak yang terus meningkat serta bertukar pandangan mengenai perkembangan terbaru di tingkat regional dan internasional, termasuk kesepakatan terbaru antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat yang mengakhiri perang. (PW)


