Araqchi: Tak Ada Negara yang Berhak Campuri Urusan Dalam Negeri Pihak Lain
Araqchi dan mitranya dari Oman menegaskan kedaulatan regional, menolak fragmentasi, serta menyerukan persatuan untuk Palestina dan Yaman
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi, menegaskan kembali bahwa tidak ada satu pun negara yang berhak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, seraya menekankan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan nasional merupakan prinsip fundamental dalam hukum internasional.
Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama di Teheran dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi, setelah pertemuan bilateral yang berfokus pada perkembangan regional dan kerja sama antara kedua negara.
Hubungan Iran–Oman yang Mendalam dan Berakar Kuat
Pada awal konferensi pers, Araqchi menggambarkan kunjungan Menteri Luar Negeri Oman sebagai tanda kedekatan hubungan yang mendalam dan telah terjalin lama antara Iran dan Oman.
“Iran dan Oman memiliki hubungan yang sangat mendalam dan berakar kuat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa konsultasi antara kedua negara terus berlangsung di semua bidang. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan penuh atas kesepakatan bilateral dan mencatat adanya tekad kuat dari kedua pihak untuk terus mengembangkan hubungan.
Stabilitas Kawasan dan Perlawanan terhadap Agresi
Araqchi mengatakan Iran dan Oman kembali menegaskan komitmen mereka terhadap stabilitas kawasan dan kerja sama demi mewujudkan perdamaian. Kedua pihak membahas sejumlah isu regional utama, termasuk Palestina, Yaman, Lebanon, dan Suriah.
Terkait Palestina, Menteri Luar Negeri Iran menekankan perlunya menghentikan genosida dan membuka kembali penyeberangan Rafah, seraya menegaskan bahwa tindakan kolektif dari negara-negara kawasan dan komunitas internasional sangat penting untuk menghentikan agresi berkelanjutan rezim Zionis.
Ia menambahkan bahwa pembahasan mendalam juga dilakukan terkait Yaman, dengan Iran dan Oman sama-sama menyatakan kesiapan untuk mendukung solusi berkelanjutan yang dapat menjamin stabilitas negara tersebut.
Penolakan terhadap Campur Tangan Asing dan Fragmentasi
Araqchi menegaskan kembali posisi konsisten Iran dalam memperkuat hubungan dengan negara-negara kawasan dan memuji peran konstruktif Oman dalam upaya mediasi, khususnya dalam perundingan sebelumnya.
Ia menekankan bahwa kedaulatan independen merupakan pilar utama hukum internasional, dengan menyatakan secara tegas:
“Tidak ada pihak yang berhak mencampuri urusan dalam negeri pihak lain.”
Menanggapi pertanyaan mengenai perkembangan di Yaman dan proyek-proyek yang bertujuan memecah belah negara tersebut, Araqchi menyatakan bahwa Iran dan Oman mendukung persatuan dan keutuhan wilayah Yaman serta menentang segala rencana pemisahan.
Ia memperingatkan agar tidak membiarkan rezim Zionis mengejar tujuan untuk mengecilkan dan memecah belah negara-negara di kawasan, seraya menegaskan bahwa agenda semacam itu hanya akan memicu ketidakstabilan. Ia menambahkan bahwa rakyat Yaman sendiri harus menentukan masa depan negaranya, bebas dari campur tangan asing.
Kerja Sama Ekonomi dan Komisi Bersama
Araqchi juga menyampaikan bahwa berbagai isu bilateral telah ditinjau secara rinci dan mengumumkan bahwa Komisi Ekonomi Bersama Iran–Oman akan segera digelar di Teheran.
Oman Sambut Dialog dan Kerja Sama Regional
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Al Busaidi, mengatakan bahwa saat ini terdapat suasana positif yang menyelimuti hubungan Iran–Oman, serta menyatakan harapan agar hubungan kedua negara dapat semakin diperkuat.
Ia mengonfirmasi bahwa pembahasan mencakup tantangan regional, khususnya perkembangan di Yaman dan Palestina, serta mencatat bahwa kedua pihak memiliki pandangan yang sama mengenai terwujudnya sebuah negara Palestina.
Al Busaidi menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi satu-satunya jalan yang layak untuk menyelesaikan krisis dan mencegah meningkatnya ketegangan, seraya menambahkan bahwa Oman mendukung semua inisiatif konstruktif yang bertujuan mendorong dialog dan kerja sama regional.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjaga jalur konsultasi tetap terbuka di antara seluruh negara kawasan guna menghadapi tantangan secara bersama dan menghindari eskalasi. (FG)


