AS Cegat Kapal Tanker Marinera Berbendera Rusia di Atlantik
Washington menaiki kapal tanker berbendera Rusia di Samudra Atlantik sementara Moskow menuding pelanggaran hukum internasional dan mengecam penegakan blokade minyak Venezuela yang dipimpin AS.
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Kapal tanker minyak berbendera Rusia Marinera dicegat pada Rabu sore waktu Teheran oleh personel Angkatan Darat Amerika Serikat dan Penjaga Pantai Amerika Serikat, menurut laporan dari Kantor Berita Tasnim Iran.
Operasi tersebut juga dikonfirmasi oleh Reuters, yang melaporkan bahwa pasukan militer dan penjaga pantai AS melakukan pencegatan di Samudra Atlantik, sementara kapal-kapal Angkatan Laut Rusia — termasuk sebuah kapal selam — berada di dekat lokasi kejadian.
Pasukan AS Menaiki Kapal Sebelum Kapal Perang Rusia Tiba
Russia Today melaporkan bahwa pasukan AS memasuki dan menaiki kapal tanker Marinera berbendera Rusia, yang sebelumnya bernama Bella 1 sebelum mengganti benderanya.
Menurut Fox News, pasukan AS mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi tersebut di antara Islandia dan Kepulauan Britania, bertindak sebelum kedatangan kapal-kapal perang Rusia dan sebuah kapal selam Rusia di wilayah tersebut.
Dukungan Militer Inggris Dikonfirmasi
Media Inggris melaporkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan Inggris mendukung operasi tersebut, sementara pangkalan udara di Inggris digunakan sebagai titik peluncuran pasukan khusus AS yang terlibat dalam penyitaan kapal tanker tersebut.
Laporan-laporan tersebut menyebutkan bahwa misi itu dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan pemerintah Inggris, yang menyoroti koordinasi erat antara Washington dan London.
Rusia Mengacu pada Hukum Internasional dan Terputusnya Kontak
Menurut informasi yang disampaikan oleh Menteri Transportasi Rusia:
Pada 24 Desember 2025, Marinera menerima izin sementara untuk berlayar di bawah bendera Federasi Rusia, yang diterbitkan sesuai dengan perundang-undangan Rusia dan hukum internasional.
Sekitar pukul 15.00 waktu Moskow, pasukan angkatan laut AS menaiki kapal tersebut di laut lepas, di luar wilayah teritorial negara mana pun.
Kontak dengan kapal kemudian terputus setelah proses naik kapal tersebut.
Rusia menegaskan bahwa berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982, prinsip kebebasan navigasi berlaku di laut lepas dan tidak ada negara yang diperbolehkan menggunakan kekuatan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di bawah yurisdiksi negara lain.
Washington Membela Blokade Global atas Minyak Venezuela
Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan bahwa blokade terhadap minyak Venezuela tetap diberlakukan sepenuhnya di seluruh dunia.
Ia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus menegakkan blokade terhadap apa yang disebutnya sebagai “armada gelap” yang mengangkut minyak Venezuela, seraya menegaskan bahwa hanya perdagangan energi yang dianggap legal oleh Washington yang akan diizinkan.
Kementerian Luar Negeri Rusia Menuntut Pemulangan Awak Kapal
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow memantau secara saksama laporan mengenai pendaratan personel militer AS di atas kapal Marinera berbendera Rusia.
Rusia secara resmi menuntut agar Amerika Serikat tidak menghalangi pemulangan cepat warga negara Rusia dari kapal tersebut dan menyerukan perlakuan yang manusiawi dan bermartabat terhadap awak kapal, dengan menegaskan bahwa hak dan kepentingan mereka harus dihormati.
Surat kabar Inggris juga melaporkan bahwa operasi kedua Amerika Serikat untuk menyita kapal lain di Amerika Latin saat ini sedang berlangsung, yang menandakan eskalasi lebih luas dari operasi maritim AS yang menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Venezuela. (FG)


