AS Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Venezuela
Washington Tingkatkan Agresi Militer Langsung saat Venezuela Tetapkan Keadaan Darurat Eksternal
Venezuela | FAKTAGLOBAL.COM — Amerika Serikat melancarkan serangan udara skala besar terhadap Venezuela, menargetkan ibu kota Caracas dan sejumlah lokasi strategis di berbagai wilayah negara itu. Otoritas Venezuela menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan agresi militer langsung dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Serangan yang dilakukan pada dini hari Sabtu itu menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kampanye Washington terhadap Republik Bolivarian Venezuela, serta mendorong kawasan menuju fase konfrontasi yang semakin berbahaya.
Ledakan, Pemadaman Listrik, dan Aktivitas Udara di Atas Ibu Kota
Koresponden Al Mayadeen di Caracas melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan keras di berbagai penjuru ibu kota, disertai aktivitas intens pesawat militer di udara. Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa distrik setelah serangan, bersamaan dengan gangguan layanan internet.
Laporan terpisah dari Reuters mengonfirmasi adanya pemadaman listrik di dekat sebuah fasilitas militer di selatan ibu kota. Sumber-sumber Venezuela menyatakan bahwa beberapa instalasi militer menjadi sasaran langsung dalam serangan tersebut.
Serangan Meluas ke Pangkalan Militer dan Infrastruktur Strategis
Informasi lanjutan mengonfirmasi bahwa serangan AS menghantam sejumlah lokasi militer dan sipil, termasuk kompleks militer Fort Tiuna, Pangkalan Udara La Carlota, dan Bandara Higuerote.
Serangan tambahan juga dilaporkan terjadi di Pulau Margarita, sementara media Venezuela mendokumentasikan ledakan di sekitar Pelabuhan La Guaira, pelabuhan terbesar di negara tersebut.
Rekaman yang dibagikan warga memperlihatkan helikopter angkut militer terbang rendah di atas Caracas, dengan laporan yang menunjukkan keterlibatan pasukan khusus AS.
Media AS Konfirmasi Operasi Militer
Media-media AS mengakui adanya operasi tersebut. Fox News mengutip pejabat yang mengonfirmasi bahwa serangan militer Amerika telah dilancarkan terhadap Venezuela. CBS melaporkan bahwa serangan itu semula direncanakan pada akhir Desember, namun ditunda akibat kondisi cuaca.
Fox News juga melaporkan bahwa otoritas penerbangan AS memberlakukan blokade udara efektif atas wilayah udara Venezuela, menghentikan penerbangan komersial.
Dalam pernyataan yang sangat provokatif, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pasukan Amerika telah “menangkap” dan menerbangkan keluar Presiden Venezuela beserta istrinya—klaim yang ditolak tegas oleh Caracas sebagai kebohongan dan bentuk perang psikologis.
Venezuela Kecam ‘Pelanggaran Terang-terangan’ terhadap Hukum Internasional
Pemerintah Venezuela mengeluarkan kecaman keras atas serangan tersebut, menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2.”
Pernyataan itu menyebutkan bahwa serangan menargetkan wilayah sipil dan militer di Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira, sehingga menempatkan “nyawa jutaan orang dalam risiko besar.”
Caracas menuduh Washington berupaya merebut sumber daya strategis Venezuela—terutama minyak dan mineral—serta menegaskan bahwa upaya untuk meruntuhkan kemerdekaan politik negara tersebut “tidak akan berhasil.” (FG)


