AS Tuntut Venezuela Putus Hubungan dengan Iran, China, Kuba, dan Rusia
Washington Menjadikan Produksi Minyak sebagai Syarat Penataan Ulang Politik dan Kerja Sama Energi Eksklusif
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Amerika Serikat dilaporkan menuntut Venezuela untuk memutus hubungan ekonominya dengan Iran, China, Kuba, dan Rusia sebagai syarat untuk meningkatkan produksi minyak, menurut laporan sebuah stasiun televisi yang berbasis di Amerika Serikat.
Tuntutan tersebut dilaporkan disampaikan kepada Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, yang mencakup persyaratan politik dan ekonomi menyeluruh yang dikaitkan dengan kendali Washington atas sektor energi Venezuela.
Syarat Washington: Putus Aliansi, Terima Dominasi AS
Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat mengajukan dua tuntutan utama:
Pertama, Venezuela harus mengusir China, Rusia, Iran, dan Kuba serta sepenuhnya memutus hubungan ekonomi dengan negara-negara tersebut.
Kedua, Caracas diwajibkan menyetujui kerja sama eksklusif dengan Amerika Serikat di bidang produksi minyak, yang secara efektif memberikan Washington akses istimewa terhadap sumber daya energi Venezuela.
Persyaratan yang dilaporkan ini menunjukkan tuntutan penataan ulang geopolitik secara penuh, dengan menjadikan produksi minyak Venezuela tunduk langsung pada persetujuan politik Amerika Serikat.
Trump Klaim Kesepakatan Penyerahan Minyak
Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela diduga telah menyetujui penyerahan hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat dan menyusul tindakan militer Washington terhadap Venezuela.
Agresi Militer AS dan Status Darurat
Pada 3 Januari, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil Pinto menyatakan bahwa Amerika Serikat telah menyerang target sipil dan militer di Caracas, dan menyebut tindakan tersebut sebagai agresi militer.
Status darurat kemudian diberlakukan di seluruh negeri.
Trump selanjutnya mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan berskala besar terhadap Venezuela, serta mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Maduro Ditahan, Washington Klaim Pemerintahan Sementara
Setelah penangkapan tersebut, Maduro dan istrinya dibawa ke Amerika Serikat dan ditahan di sebuah fasilitas penahanan di Brooklyn, New York. Pada 5 Januari, keduanya dihadirkan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, di mana otoritas AS menuduh mereka terlibat dalam perdagangan narkoba — tuduhan yang dibantah oleh kedua terdakwa.
Trump juga mengklaim bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pemerintahan sementara Venezuela, serta menyatakan bahwa Washington berharap memperoleh kompensasi bagi perusahaan-perusahaan minyak Amerika dari Caracas.
Tuntutan pemutusan hubungan dengan mitra internasional utama Venezuela, yang dikombinasikan dengan aksi militer dan ultimatum ekonomi, menegaskan upaya berkelanjutan Washington untuk membentuk ulang orientasi politik Venezuela dan merebut kendali atas sumber daya energi strategisnya.
Caracas berulang kali menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai agresi dan campur tangan terhadap kedaulatan negara, serta menolak segala diktat asing terkait aliansi dan kebijakan nasionalnya. (FG)
Sumber: TASS


