Ayatullah Khamenei: Amerika Tak Punya Tempat di Masa Depan Teluk Persia
Kepemimpinan Iran menyatakan kehadiran Amerika sebagai akar ketidakamanan, menegaskan kedaulatan regional dan perlawanan akan membentuk era baru stabilitas dan kemakmuran.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Ayatullah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, menyatakan bahwa masa depan Teluk Persia akan ditentukan oleh ketiadaan penuh pengaruh Amerika, seraya menggambarkan perkembangan terbaru sebagai titik balik menuju tatanan regional dan global baru yang dipimpin oleh negara-negara kawasan.
Dalam pesan yang dikeluarkan pada peringatan Hari Nasional Teluk Persia, Ayatullah Khamenei memandang jalur strategis ini bukan sekadar aset geografis, melainkan sebagai pilar identitas peradaban dan stabilitas ekonomi global. Ia menegaskan bahwa keamanan kawasan harus ditentukan oleh negara-negaranya sendiri, bukan oleh kekuatan eksternal.
“Dengan rahmat dan kekuatan Allah, masa depan cerah kawasan Teluk Persia adalah masa depan tanpa Amerika, dan berada dalam pelayanan kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan bangsa-bangsanya.”
Kehadiran AS Disebut Sumber Utama Ketidakamanan
Ayatullah Khamenei secara langsung menantang legitimasi kehadiran militer Amerika di Teluk Persia, dengan menyatakan bahwa puluhan tahun intervensi asing hanya membawa ketidakstabilan, eksploitasi, dan agresi berulang.
Ia menyebut bahwa perkembangan terbaru—khususnya apa yang ia gambarkan sebagai kegagalan memalukan dari kampanye militer terbaru Washington—telah mengungkap rapuhnya kekuatan AS dan mengubah persepsi bahkan di kalangan pemerintah sekutu.
“Hari ini telah terbukti bukan hanya bagi opini publik global dan bangsa-bangsa kawasan, tetapi bahkan bagi para penguasa dan pemerintah, bahwa kehadiran orang-orang asing Amerika dan penancapan serta pengakaran mereka di wilayah Teluk Persia adalah faktor terpenting ketidakamanan di kawasan.”
Ia juga menekankan bahwa instalasi militer AS bahkan tidak mampu menjamin keamanan mereka sendiri:
“Pangkalan-pangkalan Amerika yang rapuh bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menjamin keamanan diri mereka sendiri, apalagi memberikan keamanan bagi para sekutu dan klien regional mereka.”
Perlawanan Iran Membentuk Realitas Strategis Baru
Menempatkan Iran sebagai pusat perlawanan terhadap dominasi asing, Ayatullah Khamenei menggambarkan Revolusi Islam sebagai titik balik utama dalam mengusir pengaruh imperialis dari kawasan Teluk Persia.
Ia menyoroti pengorbanan historis Iran—dari pengusiran kekuatan kolonial hingga mempertahankan kedaulatan dalam konflik modern—sebagai fondasi posisi strategis saat ini.
“Revolusi Islam adalah titik balik dalam memutus tangan-tangan kekuatan arogan dari kawasan Teluk Persia.”
Merujuk pada eskalasi dan konfrontasi terbaru, ia menyatakan bahwa babak baru sedang terbuka setelah kegagalan rencana Amerika:
“Hari ini, setelah dua bulan sejak pengerahan militer terbesar dan agresi para penguasa dunia di kawasan, serta kekalahan memalukan Amerika dalam rencananya, babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang ditulis.”
Selat Hormuz dan Kedaulatan Kawasan
Ayatullah Khamenei menegaskan peran sentral Iran dalam pengelolaan Selat Hormuz, menyebutnya sebagai tanggung jawab strategis sekaligus sumber stabilitas perdagangan global—dengan syarat dikelola tanpa intervensi asing.
“Iran Islam, dengan bersyukur secara nyata atas nikmat pengelolaan Selat Hormuz, akan mengamankan kawasan Teluk Persia dan akan menghapus penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh-musuh yang bermusuhan.”
Ia menambahkan bahwa kerangka hukum dan pengelolaan baru atas selat tersebut akan menguntungkan seluruh negara kawasan:
“Aturan hukum baru dan penerapan pengelolaan atas Selat Hormuz akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi kepentingan seluruh bangsa di kawasan.”
Bangsa Bersatu, Front Perlawanan Meluas
Pesan tersebut juga menekankan persatuan rakyat Iran dan meluasnya perlawanan melampaui batas nasional, menggambarkan masyarakat yang termobilisasi untuk melindungi seluruh dimensi kekuatan nasional—dari wilayah hingga teknologi maju.
“Hari ini, kebangkitan ajaib bangsa Iran tidak terbatas pada puluhan juta yang siap mengorbankan jiwa mereka dalam perjuangan melawan Zionisme dan Amerika yang haus darah.”
“Sembilan puluh juta rakyat Iran yang terhormat, di dalam dan luar negeri, menganggap seluruh kapasitas identitas, spiritual, manusiawi, ilmiah, industri, serta teknologi maju sebagai modal nasional mereka, dan akan menjaganya sebagaimana mereka menjaga perbatasan darat, laut, dan udara.”
Menuju Tatanan Regional dan Global Baru
Menutup pesannya, Ayatullah Khamenei menggambarkan arah saat ini sebagai awal transformasi yang lebih luas, melampaui Teluk Persia, yang menandai meredupnya dominasi Barat dan bangkitnya kekuatan regional independen.
“Rangkaian kemenangan ini, yang terwujud dengan rahmat Allah dan di bawah kebijakan perlawanan serta strategi Iran yang kuat, adalah fajar dari tatanan regional dan global baru.”
Ia menegaskan kembali bahwa kekuatan eksternal tidak memiliki tempat di kawasan:
“Kami dan para tetangga kami di Teluk Persia dan Laut Oman adalah ‘satu takdir’, dan pihak asing yang datang dari ribuan kilometer dengan keserakahan dan kejahatan tidak memiliki tempat di dalamnya—kecuali di kedalaman airnya.”
Teks Pesan Selengkapnya:
Salah satu nikmat tak tertandingi dari Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa-bangsa Muslim di kawasan kita—khususnya rakyat mulia Iran Islam—adalah anugerah “Teluk Persia”. Sebuah nikmat yang melampaui sekadar hamparan air; ia telah membentuk bagian dari identitas dan peradaban kita, dan selain menjadi titik penghubung antarbangsa, juga menciptakan jalur vital dan unik bagi ekonomi global melalui Selat Hormuz dan setelahnya Laut Oman.
Aset strategis ini, selama berabad-abad, telah membangkitkan keserakahan banyak setan. Catatan agresi berulang oleh pihak asing Eropa dan Amerika, ketidakamanan, kerugian, dan berbagai ancaman terhadap negara-negara kawasan hanyalah sebagian kecil dari rencana jahat kaum arogan dunia terhadap penduduk kawasan Teluk Persia—yang contoh terbarunya adalah aksi premanisme terbaru dari Setan Besar.
Bangsa Iran, yang memiliki garis pantai terpanjang di Teluk Persia, telah memberikan pengorbanan terbesar demi kemerdekaan Teluk Persia dan dalam menghadapi pihak asing serta agresor; mulai dari pengusiran Portugis dan pembebasan Selat Hormuz—yang menjadi dasar penamaan 10 Ordibehesht sebagai Hari Nasional Teluk Persia—hingga perjuangan melawan kolonialisme Belanda dan epik perlawanan terhadap kolonialisme Inggris, dan seterusnya. Namun Revolusi Islam menjadi titik balik dalam membatasi pengaruh kaum arogan di kawasan Teluk Persia. Kini, setelah dua bulan sejak pengerahan militer terbesar dan agresi para penguasa dunia di kawasan, serta kekalahan memalukan Amerika dalam rencananya, babak baru bagi Teluk Persia dan Selat Hormuz sedang terbentuk.
Bangsa-bangsa kawasan Teluk Persia, yang selama bertahun-tahun terbiasa dengan sikap diam dan menerima kehinaan para penguasa mereka di hadapan para penindas dan agresor, dalam enam puluh hari terakhir telah menyaksikan manifestasi indah dari keteguhan, kewaspadaan, dan perjuangan para prajurit pemberani angkatan laut Angkatan Darat dan IRGC, bersama kehormatan dan keberanian rakyat serta pemuda di wilayah selatan Iran tercinta dalam menolak dominasi asing.
Hari ini, dengan anugerah Tuhan Yang Maha Tinggi dan berkat darah para syahid مظلوم dari perang yang dipaksakan ketiga—khususnya pemimpin besar dan visioner Revolusi Islam, semoga derajatnya ditinggikan—telah terbukti bukan hanya bagi opini publik dunia dan bangsa-bangsa kawasan, tetapi bahkan bagi para raja dan penguasa negara, bahwa kehadiran orang-orang asing Amerika dan penancapan mereka di wilayah Teluk Persia adalah penyebab utama ketidakamanan di kawasan. Pangkalan-pangkalan Amerika yang rapuh bahkan tidak mampu menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi memberikan harapan untuk mengamankan para sekutu dan pengikut Amerika di kawasan.
Dengan kehendak dan kekuatan Allah, masa depan cerah kawasan Teluk Persia adalah masa depan tanpa Amerika dan dalam pelayanan kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan bangsa-bangsanya. Kami bersama para tetangga kami di perairan Teluk Persia dan Laut Oman memiliki “satu takdir”, dan pihak asing yang datang dari ribuan kilometer dengan keserakahan dan niat jahat tidak memiliki tempat di dalamnya kecuali di kedalaman airnya. Rangkaian kemenangan ini, yang terwujud dengan rahmat Allah dan dalam naungan kebijakan perlawanan serta strategi Iran yang kuat, adalah awal dari tatanan baru regional dan global.
Hari ini, kebangkitan luar biasa bangsa Iran tidak terbatas pada puluhan juta yang siap berkorban dalam perjuangan melawan Zionisme dan Amerika yang haus darah. Di garis depan barisan umat Islam yang bangkit, sembilan puluh juta warga Iran yang terhormat—di dalam dan luar negeri—menganggap seluruh kapasitas identitas, spiritual, manusiawi, ilmiah, industri, serta teknologi dasar dan mutakhir—dari nano dan bio hingga nuklir dan rudal—sebagai modal nasional mereka, dan akan menjaganya sebagaimana mereka menjaga perbatasan darat, laut, dan udara.
Iran Islam, dengan mensyukuri secara nyata nikmat pengelolaan Selat Hormuz, akan mengamankan kawasan Teluk Persia dan mengakhiri penyalahgunaan jalur air ini oleh musuh yang bermusuhan. Kerangka hukum dan penerapan pengelolaan baru atas Selat Hormuz akan membawa kenyamanan dan kemajuan bagi seluruh bangsa kawasan, dan berkah ekonominya akan menggembirakan hati rakyat—insyaAllah, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.
Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei (FG)


