Ayatullah Khamenei: Presiden AS Dalang Hasutan atas Iran, Semua Pelaku Akan Dimintai Pertanggungjawaban
Pemimpin Iran Menegaskan Washington Merancang Kerusuhan dan Menghasut Kekerasan demi Mengembalikan Dominasi Amerika
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, menuduh Amerika Serikat dan presidennya, Donald Trump, secara langsung merencanakan, memimpin, dan menghasut aksi hasutan (sedition) terbaru yang menargetkan Iran.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya lama Washington untuk kembali menundukkan Iran di bawah dominasinya.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat Iran pada hari Sabtu, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa kerusuhan tersebut sama sekali bukan peristiwa spontan atau bersifat domestik, melainkan sebuah operasi asing yang secara terbuka direkayasa oleh Amerika Serikat.
“Pertama-tama, hakikat dari hasutan ini adalah Amerika—ini jelas. Orang-orang Amerika yang merencanakannya dan melaksanakannya,” tegasnya.
Tujuan Washington: Mengembalikan Kendali atas Iran
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa tujuan Amerika tidak pernah berubah sejak kemenangan Revolusi Islam, yakni merebut kembali dominasi politik, militer, dan ekonomi yang hilang ketika rakyat Iran menggulingkan kekuasaan yang didukung AS.
“Tujuan Amerika—berdasarkan lebih dari empat puluh tahun pengalaman Republik Islam—adalah melahap Iran,” ujar Pemimpin Revolusi.
“Sejak hari pertama, mereka terus memikirkan bagaimana mengembalikan dominasi itu, yakni menempatkan Iran kembali di bawah kendali militer, politik, dan ekonomi mereka.”
Ia menegaskan bahwa agenda ini tidak terkait dengan satu presiden AS tertentu, melainkan merupakan kebijakan permanen Amerika terhadap Iran.
“Ini bukan soal presiden AS yang sekarang atau yang sebelumnya. Ini adalah kebijakan Amerika Serikat,” tegas Ayatullah Khamenei.
Peran Langsung Trump dalam Hasutan dan Kekerasan
Pemimpin Revolusi menyatakan bahwa yang membedakan kerusuhan terbaru ini dari upaya-upaya sebelumnya adalah keterlibatan langsung dan personal Presiden AS sendiri, yang secara terbuka mendorong kekerasan dan perusakan dengan dalih palsu mendukung rakyat Iran.
“Yang membedakan hasutan ini adalah bahwa Presiden Amerika Serikat sendiri—secara pribadi—turun langsung menghasut penjarahan,” kata Ayatullah Khamenei.
“Ia berbicara, mengancam, mendorong para perusuh, dan mengirim pesan kepada mereka dengan mengatakan: ‘Teruskan, jangan takut. Kami mendukung kalian; kami akan memberikan dukungan militer.’”
Ia menyebut penggambaran Trump terhadap para perusuh—yang terlibat dalam pembakaran, perusakan, dan pembunuhan—sebagai wakil rakyat Iran sebagai sebuah fitnah besar dan kejahatan serius.
“Ini adalah fitnah besar terhadap bangsa Iran. Ini adalah kejahatan,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa Iran memiliki bukti terdokumentasi atas bantuan Amerika dan Zionis kepada para pelaku kerusuhan.
Bangsa Iran Mengalahkan Hasutan yang Dipimpin AS
Ayatullah Khamenei memuji bangsa Iran yang berhasil mematahkan hasutan tersebut melalui mobilisasi publik besar-besaran, seraya mengatakan bahwa jutaan warga Iran menjadikan tanggal 12 Januari sebagai hari bersejarah yang sebanding dengan peringatan kemenangan Revolusi Islam.
“Bangsa Iran telah mematahkan tulang punggung hasutan ini,” katanya.
“Rakyat, dengan jutaan orang di Teheran dan kerumunan besar di banyak kota lainnya, memberikan pukulan keras ke mulut para pengkhayal.”
Ia menegaskan bahwa hal ini kembali menjadi kekalahan lain bagi konspirasi Amerika terhadap Iran.
“Bangsa Iran mengalahkan Amerika—dengan rahmat Allah,” deklarasi Ayatullah Khamenei.
Pertanggungjawaban atas Kejahatan yang Didukung AS
Sambil menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang, Ayatullah Khamenei menekankan bahwa memadamkan hasutan saja tidak cukup dan bahwa semua pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.
“Kami tidak membawa negara ini menuju perang,” ujarnya.
“Namun kami tidak akan mengabaikan para kriminal domestik, dan yang lebih buruk dari mereka adalah para kriminal internasional—mereka juga tidak akan kami biarkan.”
Ia menyerukan kepada seluruh lembaga Iran, termasuk Kementerian Luar Negeri, untuk menindaklanjuti pertanggungjawaban ini melalui cara-cara yang sah dan tepat.
Persatuan sebagai Perisai Menghadapi Konspirasi Asing
Ayatullah Khamenei menutup pidatonya dengan menekankan bahwa persatuan nasional adalah senjata terkuat Iran dalam menghadapi agresi dan upaya destabilisasi asing.
“Kita semua harus bersatu—bersama-sama—dalam membela Iran, Iran tercinta kita,” katanya.
“Selama persatuan ini terjaga, semua konspirasi asing ini akan terus gagal.” (FG)


