Ayatullah Khamenei Puji Partisipasi Besar Rakyat pada Peringatan ke-47 Revolusi Islam
Pemimpin menyatakan bahwa unjuk kehadiran nasional pada 22 Bahman memperkuat Republik Islam, memperkokoh persatuan, dan menggagalkan upaya musuh untuk menundukkan Iran.
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Ayatullah Seyyed Ali Khamenei memuji partisipasi besar rakyat Iran secara nasional dalam peringatan ke-47 Revolusi Islam, seraya menyatakan bahwa kehadiran bersejarah tersebut telah memperkuat Republik Islam dan menggagalkan harapan para musuhnya.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan melalui televisi pada peringatan 22 Bahman, Pemimpin Revolusi Islam menggambarkan kehadiran jutaan rakyat di seluruh negeri sebagai demonstrasi kuat persatuan nasional, martabat, dan dukungan yang tak tergoyahkan terhadap Republik Islam.
Tampilan Kekuatan dan Persatuan Nasional
Merujuk pada aksi-aksi besar yang berlangsung di seluruh Iran, Ayatollah Khamenei menegaskan bahwa kehadiran rakyat di jalanan bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah pernyataan politik dan historis yang jelas.
“Pada 22 Bahman tahun ini, kalian telah melakukan sebuah kerja besar,” ujar beliau kepada bangsa Iran. “Kalian telah memuliakan Iran. Seperti biasa, dengan mendukung Republik Islam, kalian telah memperkuatnya dan membuat musuh-musuh yang berusaha menundukkan bangsa Iran menjadi putus asa.”
Pemimpin menyatakan bahwa partisipasi besar tersebut menjadi sumber kebanggaan serta memperkuat wibawa dan ketangguhan Republik Islam dalam menghadapi tekanan eksternal yang berkelanjutan.
Menurut Ayatullah Khamenei, pihak-pihak yang berharap melihat Iran dilemahkan atau dipaksa menyerah kini merasa kecewa oleh skala dan keteguhan partisipasi publik tersebut.
Harapan Musuh Digagalkan
Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kekuatan-kekuatan yang memusuhi Iran secara terbuka telah menyatakan keinginan mereka agar bangsa Iran tunduk. Namun, mobilisasi luar biasa pada 22 Bahman, kata beliau, telah menggagalkan ambisi tersebut.
“Musuh-musuh yang dalam pernyataan dan rencana mereka berusaha menundukkan bangsa Iran, telah menjadi putus asa,” tegasnya.
Peringatan tahunan yang dihadiri jutaan rakyat di berbagai kota dan wilayah di seluruh negeri itu sekali lagi menunjukkan kuatnya dukungan publik terhadap cita-cita Revolusi—kemerdekaan, martabat, dan penolakan terhadap dominasi asing.
Martabat yang Lebih Tinggi, Kemandirian yang Lebih Kuat
Pemimpin menggambarkan hasil dari gerakan nasional kolektif ini sebagai peningkatan martabat, kewibawaan, dan kemandirian Iran.
Beliau menyerukan agar rakyat menjaga persatuan yang telah ditunjukkan dalam peringatan tersebut:
“Mari kita semua berupaya menjaga keterhubungan dan persatuan nasional yang sangat berharga dan bernilai ini.”
Ayatollah Khamenei juga memuji kesatuan suara rakyat, slogan-slogan bersama mereka, serta penegasan identitas dan karakter bangsa di hadapan para musuh.
“Saya menyampaikan terima kasih dan salam hormat yang sebesar-besarnya kepada setiap peserta dalam pertemuan akbar dan berjuta-juta ini di seluruh negeri,” pungkasnya.
Peringatan ke-47 Revolusi Islam tersebut dengan demikian tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menjadi deklarasi kembali keteguhan nasional—menandakan bahwa bangsa Iran tetap teguh, bersatu, dan tidak tunduk pada tekanan eksternal. (FG)


