Ayatullah Khamenei Seru Penghormatan Para Syuhada dan Penguatan Persatuan di Hari-Hari Nasional
Pemimpin Iran menyerukan penghormatan kepada syuhada dalam Perang ini melalui persatuan nasional dan pembangunan kembali sebagai respons langsung terhadap agresi dan kejahatan AS–Israel.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Ayatullah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei telah menyerukan kepada bangsa Iran untuk menghormati para syuhada Perang Pemaksaan Ketiga dan memperkuat persatuan nasional, dalam momentum Hari Republik Islam Iran serta menjelang Hari Alam, melalui pesan yang menekankan ketahanan, pembangunan kembali, dan perlawanan.
Dalam pesannya, Pemimpin Iran menggambarkan peringatan nasional tahun ini sebagai momentum yang dipenuhi dengan pengorbanan dan kehormatan, sekaligus menyoroti keteguhan rakyat Iran dalam menghadapi agresi berkelanjutan dari AS dan Israel.
Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang berkontribusi terhadap pembangunan dan masa depan negara—terutama dalam kondisi perang saat ini—merupakan respons nasional yang bermakna terhadap agresi musuh.
“Tunas Harapan” sebagai Respons Nasional atas Kejahatan Perang
Inti dari pesan tersebut adalah seruan aksi kolektif di seluruh kota dan desa, dengan mendorong masyarakat untuk menanam dan merawat pohon sejak Hari Alam hingga akhir musim semi sebagai simbol pembaruan dan kekuatan nasional.
Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa inisiatif ini dipersembahkan untuk seluruh syuhada, khususnya para syuhada perang yang sedang berlangsung, sebagai bentuk transformasi dari kehilangan menjadi kekuatan dan ketahanan jangka panjang.
Ia menyatakan bahwa pasukan Amerika dan Israel telah melakukan tindakan brutal, termasuk pembunuhan anak-anak, yang menegaskan urgensi respons nasional yang bersatu.
Dengan menanam apa yang ia sebut sebagai “Tunas Harapan”, bangsa Iran tidak hanya menghormati para syuhada, tetapi juga secara aktif membangun kembali dan memperkuat masa depan negara—menjadikan setiap pohon sebagai simbol abadi perlawanan dan kehidupan.
Persatuan sebagai Respons Strategis terhadap Agresi
Pemimpin Iran menekankan bahwa persatuan bukan sekadar kebutuhan sosial, tetapi juga pilar strategis dalam menghadapi agresi eksternal, serta menegaskan pentingnya kohesi nasional dalam situasi perang dan tekanan.
Ia menyoroti bahwa pembangunan, pengembangan, dan pemulihan lingkungan merupakan antitesis langsung terhadap kehancuran yang ditimbulkan oleh musuh, sekaligus memperkuat fondasi jangka panjang Iran.
Dari Kesyahidan Menuju Masa Depan yang Kuat
Menutup pesannya, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa penghormatan terhadap para syuhada tidak terpisahkan dari upaya membangun masa depan bangsa, serta menyerukan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam membentuk Iran yang tangguh dan mandiri.
Pesan ini menegaskan kerangka yang jelas: mengenang pengorbanan, bersatu dalam tindakan, dan melanjutkan perlawanan—memastikan bahwa di tengah agresi dan kehancuran, Iran tetap melangkah maju dengan kekuatan, martabat, dan tujuan yang kokoh.
Teks Lengkap Pesan
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Dialah yang menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (Al-Qur’an)
Bangsa Iran yang heroik telah memadukan Nowruz tahun ini dengan semangat epik dan kehormatan. Setelah memperingati 12 Farvardin—Hari Republik Islam Iran—mereka kini bersiap menyambut Hari Alam.
Pada saat musuh Amerika dan Zionis yang keji dan tanpa belas kasihan tidak mengenal batas—baik kemanusiaan, moralitas, maupun nilai kehidupan—dan bahkan telah memperluas agresinya hingga merusak ruang-ruang alam dan lingkungan tanah air kita yang tercinta, maka setiap langkah dalam pembangunan, pemulihan, dan penciptaan masa depan Iran yang gemilang adalah tindakan yang layak dan niscaya.
Di antara tindakan-tindakan terpuji tersebut adalah bahwa seluruh rakyat di kota dan desa, dengan kerja sama serta koordinasi lembaga terkait, sejak Hari Alam hingga akhir musim semi—khususnya sepanjang bulan Farvardin—melakukan penanaman pohon-pohon yang produktif dan memastikan perawatan yang diperlukan setelahnya.
Kekuatan Amerika dan Zionis yang keji dan pembunuh anak telah secara brutal mensyahidkan anak-anak dari Sekolah Shajareh Tayyibah. Namun bangsa Iran, demi menghormati seluruh syuhada—terutama syuhada Perang Pemaksaan Ketiga—akan menanam “Tunas Harapan” di seluruh penjuru negeri, agar setiap tunas tersebut di masa mendatang tumbuh menjadi pohon yang suci dan berbuah lebat, insyaAllah.
Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei
12 Farvardin 1405 (1 April 2026) (FG)


