Ayatullah Khamenei tentang AS dan Israel: Mereka Datang dengan Niat Jahat, Dipukul Balik dan Pulang dengan Tangan Hampa
Ayatullah Sayyed Ali Khamenei menyeru persatuan nasional, menyoroti kegagalan AS–Israel, dan menegaskan pentingnya memperkuat Basij sebagai pilar kekuatan Iran
Iran, FAKTAGLOBAL.COM – Ayatullah Sayyed Ali Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat dan rezim Israel “datang dengan niat jahat, namun dipukul mundur dan pulang dengan tangan hampa,” menekankan bahwa kegagalan total mereka dalam Perang 12 Hari menjadi titik balik yang memperkuat persatuan nasional di seluruh spektrum politik Iran.
Dalam pidato televisi yang ditujukan kepada rakyat Iran, Rahbar mengatakan bahwa Amerika dan rezim pendudukan Israel tidak berhasil mencapai satu pun tujuan mereka. Justru sebaliknya, agresi mereka secara tidak sengaja menyatukan rakyat Iran—termasuk pihak-pihak yang sebelumnya memiliki keberatan terhadap sistem.
“Yang terpenting adalah berdiri bersama menghadapi musuh, seperti yang kita lakukan selama Perang 12 Hari,” ujarnya.
Persatuan sebagai Pilar Kekuatan Nasional
Ayatullah Khamenei menekankan bahwa perbedaan memang wajar hadir di antara kelompok sosial dan faksi politik, namun kemenangan menentukan Iran atas AS dan Israel menunjukkan kekuatan resistensi kolektif.
Beliau menyebut persatuan nasional sebagai elemen paling penting dalam kekuatan Iran, dan menegaskan bahwa ofensif psikologis serta militer jangka panjang musuh berbalik menghantam mereka sendiri:
“Mereka ingin memecah belah bangsa dan membenturkan rakyat dengan sistem. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Bahkan mereka yang memiliki perbedaan pendapat pun berdiri bersama Republik Islam.”
Basij: Aset Nasional Besar lintas Generasi
Pemimpin Iran ini menyebut Basij sebagai “kekayaan nasional besar” yang harus tetap kokoh dan berkembang lintas generasi.
Beliau memuji kesiapan dan motivasi para pemuda Iran—yang disebut sebagai generasi keempat Basij—dan menekankan bahwa kekuatan Basij bukan hanya berasal dari struktur organisasinya di dalam Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tetapi juga dari basis luasnya di seluruh negeri.
Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa Imam Khomeini membayangkan Basij sebagai gerakan luas dan inklusif, yang mencakup semua warga yang berkomitmen dan berjiwa setia, tanpa memandang kelas maupun profesi.
Perang 12 Hari: Kekalahan Strategis Washington dan Tel Aviv
Dalam penjelasan mengenai konflik tersebut, Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa bangsa Iran dengan tegas mengalahkan kedua musuh tersebut.
“Mereka melancarkan agresi dengan kekuatan penuh, namun dipukul mundur dan pulang dengan tangan hampa,” ujarnya, menekankan bahwa musuh gagal mencapai satu pun dari tujuan mereka.
Beliau juga menyinggung laporan bahwa rezim Zionis telah merancang rencana 20 tahun untuk memicu kekacauan internal di Iran:
“Mereka ingin menyeret rakyat agar berhadapan dengan sistem. Namun mereka gagal total, hingga persatuan justru muncul—bahkan di kalangan para pengkritik.”
Ayatullah Khamenei mengakui bahwa Iran juga mengalami kehilangan—“sebagaimana sifat perang”—namun menegaskan bahwa kerugian material dan strategis musuh jauh lebih besar.
Isolasi AS dan Aib Global Israel
Ayatullah Khamenei mengecam kejahatan rezim Zionis di Gaza, menyebutnya sebagai “salah satu tragedi paling mengerikan dalam sejarah kawasan,” dan menegaskan bahwa AS turut bertanggung jawab karena Israel tidak mampu melakukan kejahatan tersebut tanpa dukungan penuh dari Washington.
Beliau menyebut pimpinan rezim Zionis sebagai “manusia paling dibenci di dunia saat ini” dan menggambarkan rezim tersebut sebagai “gerombolan penguasa paling tercela di bumi.”
Karena dukungan tanpa syarat AS, ujar beliau, kebencian global terhadap Israel kini telah menular ke Amerika Serikat.
Beliau juga mengkritik campur tangan AS di Ukraina, Asia Barat, dan Amerika Latin, menegaskan bahwa kehadiran AS di mana pun selalu membawa “perang, kehancuran, pengungsian, dan kerugian.”
Ayatullah Khamenei membantah klaim bahwa Iran mengirim pesan ke Washington melalui mediator, menyebut tuduhan tersebut sebagai “kebohongan mutlak.”
Pesan Penutup: Perkuat Persatuan, Dukung Pemerintah, Hindari Pemborosan, Perbanyak Doa
Ayatullah Khamenei menutup pidatonya dengan beberapa nasihat penting kepada rakyat Iran:
1. Menjaga Persatuan Nasional
Beliau menekankan bahwa persatuan—terutama saat menghadapi musuh—adalah pilar utama kekuatan nasional.
2. Mendukung Presiden dan Pemerintah
Beliau menyeru rakyat untuk mendukung pemerintahan yang tengah melanjutkan berbagai proyek yang dimulai oleh Presiden Syahid Raeisi.
3. Menghindari Pemborosan
Beliau memperingatkan dampak buruk pemborosan dalam roti, makanan, gas, bensin, dan kebutuhan rumah tangga, yang merugikan keluarga dan negara.
4. Memperkuat Hubungan Spiritual
Beliau mendorong masyarakat untuk memperbanyak doa, munajat, dan kembali kepada Tuhan demi turunnya hujan, keamanan, kesehatan, dan perbaikan keadaan bangsa. (FG)


