Ayatullah Mujtaba: Kesyahidan Tangsiri Sumber Kebanggaan, Akan Perkuat Perlawanan Maritim
Ini adalah sumber kebanggaan yang, insyaAllah, akan memperkuat dan meneguhkan jalur kekuatan maritim dan perlawanan Iran dengan lebih kokoh dari sebelumnya
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Laksamana Muda Alireza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), telah gugur sebagai syahid setelah bertahun-tahun pengabdian dan keterlibatan di garis depan.
Menurut pernyataan resmi IRGC, komandan senior tersebut wafat akibat luka yang dideritanya setelah operasi berkelanjutan di lapangan.
IRGC menggambarkannya sebagai pejuang sepanjang hayat yang memainkan peran sentral dalam menghadapi musuh dan memperkuat postur pertahanan maritim Iran.
“Seorang lelaki Allah, mujahid di jalan-Nya, dan pahlawan besar Pertahanan Suci Ketiga, setelah hampir setengah abad jihad tanpa lelah, menjadi tamu Sang Penghulu Para Syuhada.”
“Ia… setelah memberikan pukulan berat yang menyebabkan kehancuran fasilitas penting musuh dan jatuhnya sebuah jet tempur Amerika… gugur sebagai syahid akibat parahnya luka yang dideritanya.”
Pesan Pemimpin: Kekuatan Maritim dan Perlawanan
Ayatollah Sayyed Mojtaba Hosseini Khamenei menggambarkan Tangsiri sebagai komandan yang berdedikasi dan pemberani yang, setelah bertahun-tahun perjuangan, mencapai derajat kesyahidan.
Ia menyatakan bahwa kesyahidan putra pemberani Tangestan merupakan bukti kehormatan besar bagi rakyat Bushehr, generasi muda wilayah selatan, Angkatan Bersenjata, serta bangsa Iran yang senantiasa menjaga kemerdekaan dan perbatasan maritimnya, khususnya di Teluk Persia.
“Ini adalah sumber kebanggaan yang, insyaAllah, akan memperkuat dan meneguhkan jalur kekuatan maritim dan perlawanan Iran dengan lebih kokoh dari sebelumnya.”
Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan belasungkawa kepada keluarga, rekan seperjuangan, serta para komandan Angkatan Laut IRGC, dan mendoakan peninggian derajat bagi syahid tersebut.
Presiden Pezeshkian: Kekuatan Melalui Kesyahidan
Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa kesyahidan memperkuat kekuatan dan keteguhan nasional.
Ia menggambarkan Tangsiri sebagai sosok dari keturunan para pemberani Tangestan yang dengan keahlian luar biasa meningkatkan kekuatan, wibawa, dan otoritas Angkatan Laut IRGC di Teluk Persia.
“Kesyahidan bagi lelaki sejati Iran adalah kehormatan besar, dan panji martabat, perlawanan, dan kemerdekaan akan semakin tinggi berkibar dengan darah setiap putra pemberani negeri ini.”
Ia menambahkan bahwa komandan tersebut menjadi benteng kokoh melawan para agresor dan pihak-pihak serakah, serta menjadi target utama musuh-musuh yang memusuhinya.
Pemakaman di Bandar Abbas
Pihak berwenang mengumumkan bahwa مراسم pemakaman akan digelar pada Selasa, 11 Farvardin (31 Maret), di Bandar Abbas.
“Upacara pemakaman jenazah suci Laksamana Muda Syahid Alireza Tangsiri… akan dilaksanakan besok, Selasa, 11 Farvardin.”
“Upacara akan dimulai pukul 08.30 pagi dari Taman Syahid Dabbaghian (di depan Lapangan Imam Khomeini) di Bandar Abbas dan berlanjut hingga Masjid Jami kota tersebut.”
Diperkirakan kehadiran luas masyarakat, termasuk keluarga para syuhada, pejabat, dan anggota angkatan bersenjata.
Pernyataan IRGC: Keberlanjutan Perlawanan
IRGC menegaskan bahwa kesyahidan ini tidak akan mengganggu kesinambungan operasional dan bahwa jalur perlawanan akan terus berlanjut dengan kekuatan yang lebih besar.
“Bangsa kami telah terbiasa dengan kesyahidan seperti ini dan mengetahui bahwa sebuah front yang tidak berhenti bahkan dengan kepergian para pemimpin terbesar akan terus melanjutkan jalannya dengan kekuatan yang lebih besar.”
“Setiap pejuang adalah Tangsiri.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa postur operasional dan struktur komando Iran tetap utuh meskipun kehilangan salah satu komandan seniornya.
“Dan kemenangan itu tidak lain hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (FG)


