Ayatullah Mujtaba Khamenei Puji Warisan Pengabdian dan Perlawanan Syahid Raeisi
Syahid Ebrahim Raeisi dikenang sebagai sosok yang memadukan spiritualitas mendalam, kedekatan tulus dengan rakyat, dan diplomasi aktif yang memperkuat Front Perlawanan.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Ayatullah Sayyed Mujtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, menyatakan bahwa kedekatan dengan rakyat dan diplomasi aktif yang bermanfaat merupakan dua di antara karakter paling menonjol dari Syahid Ebrahim Raeisi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan yang dirilis pada Rabu (20/5) untuk memperingati tahun kedua syahadah Presiden Syahid Ebrahim Raeisi dan para pendampingnya, yang secara kolektif dikenal di Iran sebagai “Syuhada Pelayan Umat” (Martyrs of Service).
Dalam pesannya, Ayatullah Sayyed Mujtaba Khamenei mengatakan bahwa peringatan para syuhada tragedi helikopter Ordibehesht menjadi pengingat akan panjangnya barisan pejabat Republik Islam Iran yang mengorbankan nyawa mereka di jalan pengabdian kepada bangsa dan Islam.
Beliau menyebut tokoh-tokoh besar seperti Ayatullah Murtadha Mutahhari, Ayatullah Mohammad Beheshti, Mohammad Ali Rajai, Mohammad Javad Bahonar, Syahid Raeisi, Ayatullah Al-Hashem, Syahid Hossein Amir-Abdollahian, dan Larijani sebagai bagian dari ratusan figur terkemuka yang dibina dalam mazhab Imam Khomeini dan Ayatullah Khamenei, yang “menghias catatan pengabdian tulus dan mujahid para pejabat Republik Islam dengan darah mereka.”
Ciri-Ciri Menonjol Syahid Raeisi
Ayatullah Sayyed Mujtaba Khamenei mengatakan bahwa Syahid Raeisi memiliki sejumlah sifat istimewa, antara lain:
Rasa tanggung jawab yang tinggi
Kepercayaan kepada generasi muda
Komitmen yang kuat terhadap keadilan
Diplomasi aktif dan bermanfaat
Kedekatan yang tulus dengan rakyat
Menurut beliau, sifat-sifat tersebut memberi semangat kepada para sahabat Iran, termasuk para mujahidin dari Front Perlawanan yang kuat dan banyak pendukung tulus Republik Islam.
“Seluruh karakter tersebut berpadu dengan spiritualitas yang berakar sangat dalam di inti jiwanya,” tulis beliau.
Standar Abadi Pengabdian dan Kemandirian
Pemimpin Revolusi Islam mengatakan bahwa meskipun masa kepresidenan Syahid Raeisi terhenti sebelum selesai, periode tersebut telah menetapkan tolok ukur abadi tentang kerja tanpa lelah dan kepedulian mendalam terhadap bangsa dan negara, seraya tetap menjaga independensi Iran secara teguh.
Beliau juga menyinggung prosesi pemakaman luar biasa yang mengiringi Syahid Raeisi ke Mashhad, di dekat makam Imam Ali ibn Musa al-Ridha as, dan menggambarkannya sebagai cerminan kecintaan dan penghargaan mendalam rakyat terhadap presiden syahid tersebut.
Tanggung Jawab Lebih Besar di Tengah Perlawanan Bersejarah
Ayatullah Sayyed Mujtaba Khamenei menegaskan bahwa bangsa Iran kini sedang menciptakan epos sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui perlawanan unik terhadap “dua tentara teroris global.”
Beliau mengatakan bahwa realitas ini telah menempatkan tanggung jawab yang lebih berat pada seluruh pejabat Republik Islam—dari Pemimpin Revolusi dan kepala lembaga-lembaga negara hingga seluruh tingkatan manajemen.
Beliau menekankan bahwa rasa syukur atas nikmat persatuan antara rakyat, pemerintah, dan seluruh institusi Republik Islam harus diwujudkan melalui penguatan motivasi, peningkatan pelayanan yang lebih intens dan mujahid, keterlibatan langsung di tengah masyarakat, upaya serius menyelesaikan persoalan ekonomi dan penghidupan rakyat, serta pemberian peran yang bermakna bagi rakyat yang telah bangkit dalam perjalanan menuju kemajuan nasional dan masa depan yang cerah.
Doa untuk Para Pelayan Bangsa
Ayatullah Sayyed Mujtaba Khamenei menutup pesannya dengan memohon rahmat dan keridhaan Allah SWT bagi seluruh syuhada yang gugur di jalan pengabdian, serta pertolongan ilahi dan doa Imam al-Mahdi af agar senantiasa menjadi penopang bagi seluruh pelayan rakyat Muslim Iran.
Pesan tersebut kembali menegaskan bahwa warisan Syahid Raeisi tidak hanya terletak pada capaian politik dan administratifnya, tetapi juga pada keteladanan spiritual, keteguhannya dalam menjaga kedaulatan nasional, dan dedikasinya yang tulus tanpa pamrih untuk melayani rakyat serta memperkuat Front Perlawanan.
Teks Lengkap Pesan Pemimpin
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Peringatan atas para syuhada penerbangan Ordibehesht yang dipimpin oleh Presiden syahid Hujjat al-Islam wal-Muslimin Raeisi, mengingatkan kita pada barisan panjang para syuhada pengabdian di Republik Islam Iran. Dari Mutahhari, Beheshti, Rajai, dan Bahonar hingga Raeisi, Al-Hashem, Amir-Abdollahian, dan Larijani, ratusan tokoh terkemuka yang dibina dalam mazhab Imam Khomeini Agung dan Ayatullah Khamenei—semoga Allah meninggikan derajat mulia mereka—telah menghiasi catatan pengabdian tulus dan mujahid para pejabat Republik Islam dengan darah mereka.
Di antara karakter paling menonjol dari Syahid Raeisi adalah rasa tanggung jawab, kepercayaan kepada generasi muda, perhatian terhadap keadilan, diplomasi aktif dan bermanfaat, serta terutama kedekatannya dengan rakyat. Karakter-karakter ini memberi semangat kepada para sahabat Iran, termasuk para mujahidin dari Front Perlawanan yang kuat dan banyak pendukung tulus Republik Islam.
Semua itu berpadu dengan spiritualitas yang berakar sangat dalam di inti jiwanya. Dalam hubungan antara para pejabat dan rakyat, sifat-sifat positif yang berpengaruh seperti ini secara alami melahirkan penghargaan timbal balik.
Karena itulah, perjalanan perpisahannya menuju keharibaan tuan dan junjungannya, Imam Ali ibn Musa al-Ridha as, berlangsung dengan keagungan yang nyaris tak tertandingi. Masa kepresidenan beliau yang belum selesai telah menetapkan standar abadi tentang kerja keras tanpa lelah dan kepedulian tulus terhadap bangsa dan negara, seraya tetap menjaga independensinya.
Kini, kita berdiri di hadapan pencapaian epik bangsa Iran dalam perlawanan historis yang unik terhadap dua tentara teroris global. Realitas ini menjadikan tanggung jawab para pejabat Republik Islam—dari Pemimpin Revolusi dan kepala lembaga-lembaga negara hingga seluruh tingkatan manajemen—lebih berat dari sebelumnya.
Hari ini, rasa syukur atas nikmat persatuan antara rakyat, pemerintah, dan seluruh institusi Republik Islam harus diwujudkan melalui penguatan motivasi, pelayanan yang lebih intens dan mujahid oleh para pejabat, penyelesaian masalah dan keresahan rakyat—khususnya di bidang ekonomi dan penghidupan—kehadiran langsung di lapangan, serta penetapan peran yang serius bagi rakyat yang telah bangkit dalam perjalanan menuju kemajuan negara dan gerak penuh harapan menuju masa depan yang cerah.
Semoga rahmat dan keridhaan Allah tercurah atas para syuhada di jalan pengabdian, dan semoga pertolongan ilahi serta doa junjungan kita—semoga Allah menyegerakan kemunculannya yang mulia—senantiasa menjadi penopang bagi para pelayan rakyat Muslim Iran.
Sayyed Ali Khamenei
30 Ordibehesht 1405 (20 Mei 2026) (FG)



