Bagaimana Cara Iran Hancurkan Kapal Perang Amerika?
Angkatan Bersenjata Iran Memiliki Senjata dan Taktik yang Mampu Menargetkan Kekuatan Laut Amerika di Teluk Persia
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Angkatan Bersenjata Iran memiliki beragam sistem persenjataan dan taktik operasional yang mampu menargetkan dan melumpuhkan kapal perang Amerika, khususnya dalam lingkungan strategis Teluk Persia.
Kantor Berita Tasnim Iran menyoroti pernyataan terbaru Pemimpin Revolusi Islam yang merujuk pada kemungkinan menenggelamkan kapal-kapal Amerika, yang kembali menghidupkan pertanyaan utama: apakah Iran benar-benar memiliki kemampuan tersebut?
Penelaahan atas insiden-insiden masa lalu, dipadukan dengan persenjataan militer Iran saat ini, menunjukkan bahwa kemampuan tersebut bukanlah sekadar teori.


Preseden Historis Kerentanan Angkatan Laut AS
Kerusakan pada kapal tempur Amerika di Teluk Persia bukanlah hal yang tanpa preseden. Selama perang delapan tahun yang dipaksakan, kapal perang AS Samuel B. Roberts mengalami kerusakan setelah menghantam ranjau laut yang dikerahkan oleh Iran.
Dalam insiden terpisah, USS Stark mengalami kerusakan parah ketika dihantam rudal yang secara keliru ditembakkan dari sebuah pesawat Irak.
Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa kapal perang AS, meskipun dilengkapi teknologi canggih dan sistem pertahanan berlapis, tidak kebal dan memiliki titik-titik kelemahan yang krusial.
Perluasan Kemampuan Iran Sejak Perang
Puluhan tahun telah berlalu sejak insiden-insiden tersebut, dan Iran kini memiliki kemampuan yang jauh lebih beragam dan kuat untuk menimbulkan kerusakan pada aset-aset angkatan laut Amerika—terutama di perairan Teluk Persia yang sempit dan sangat sensitif secara strategis.
Arsenal Iran mencakup berbagai rudal jelajah yang dapat diluncurkan dari darat, udara, laut, bahkan dari bawah permukaan laut. Rudal-rudal ini dirancang untuk beroperasi secara cerdas, mendekati target dari berbagai arah.
Pola serangan semacam ini telah berulang kali dipraktikkan dalam latihan-latihan angkatan laut yang dilakukan oleh Angkatan Darat Iran maupun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Patut dicatat, rudal jelajah ini kini mampu menghantam target hingga jarak 1.500 kilometer.
Rudal Balistik, Ranjau, dan Perang Bawah Laut
Selain rudal jelajah, Iran mengoperasikan rudal balistik yang dilengkapi pencari optik dan mampu menargetkan kapal-kapal laut hingga jarak 1.300 kilometer.
Di samping sistem-sistem tersebut, Angkatan Bersenjata Iran mengoperasikan berbagai jenis ranjau laut, platform bawah air cerdas, serta torpedo bertenaga tinggi yang dirancang untuk menghantam target dengan presisi tinggi.
Seluruh aset ini terintegrasi dalam struktur operasional militer Iran dan secara khusus disesuaikan untuk peperangan maritim.
Torpedo Kecepatan Tinggi dan Taktik Saturasi
Di antara kemampuan menonjol Iran adalah torpedo superkavitasi Hoot, yang melaju dengan kecepatan melebihi 100 meter per detik. Pada kecepatan tersebut, torpedo ini mampu menembus dan mengatasi sistem pertahanan kapal.
Di luar senjata individual, doktrin Iran menekankan taktik serangan gabungan dan berlapis. Dengan menyerang satu kapal secara simultan dari berbagai arah, pada berbagai tingkat permukaan dan ketinggian, sistem pertahanan dapat dibuat bingung atau jenuh (tersaturasi). Taktik ini secara signifikan meningkatkan kerentanan bahkan kapal perang yang dilindungi paling ketat sekalipun.
Menembus Sistem Pertahanan Laut
Kapal-kapal perang Amerika dilengkapi dengan beragam sistem pertahanan udara dan rudal berbasis laut yang dirancang untuk menangkal ancaman pada berbagai ketinggian dan lapisan operasional.
Namun demikian, terdapat beragam taktik untuk menargetkan kapal-kapal tersebut, dan senjata yang diperlukan untuk menerapkan taktik tersebut berada dalam kepemilikan Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran maupun Angkatan Laut IRGC.
Kelayakan Operasional di Teluk Persia dan Laut Oman
Berdasarkan kemampuan dan doktrin yang ada, menimbulkan kerusakan serius pada kapal perang Amerika—khususnya di Teluk Persia dan bahkan di Laut Oman—sepenuhnya berada dalam jangkauan operasional kekuatan laut Iran.
Senjata, platform, dan kerangka taktis yang diperlukan untuk operasi semacam itu telah tersedia dalam Angkatan Bersenjata Iran, menegaskan bahwa ancaman terhadap aset angkatan laut yang bermusuhan di perairan ini bersifat nyata dan dapat diwujudkan. (FG)



