Bagaimana Iran Hancurkan Mitos Keunggulan Pertahanan Udara Musuh
Rudal dan drone Iran menghantam jauh ke Palestina yang diduduki, menyingkap keterbatasan pertahanan udara Israel dan melampaui sistem intersepsi canggih.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Entitas Zionis dan permukiman-permukimannya di seluruh Palestina yang diduduki kini menghadapi kehancuran yang nyata ketika rudal dan drone Iran terus menghantam target-target mereka dengan presisi tinggi.
Serangan-serangan ini menembus berbagai lapisan sistem pertahanan udara canggih yang dikerahkan oleh musuh.
Kehancuran terlihat di banyak wilayah, khususnya di kota Jaffa yang diduduki, yang oleh musuh disebut Tel Aviv.
Kerusakan besar juga dilaporkan di Haifa dan permukiman-permukiman lainnya.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan udara yang selama ini dengan bangga dipamerkan oleh entitas Zionis telah menjadi tidak efektif di hadapan kemampuan militer Iran.
Strategi Saturasi dan Pembebanan Berlebih
Pakar dan analis militer Yaman, Brigadir Jenderal Mujib Shamsan, menyatakan bahwa Iran memiliki puluhan ribu rudal konvensional yang disimpan di depot-depot rahasia.
Ia menjelaskan bahwa rudal-rudal tersebut digunakan dalam strategi saturasi, yaitu membanjiri dan membebani sistem pertahanan udara.
Ia berkata:
“Sejumlah besar rudal diluncurkan untuk memaksa sistem pertahanan udara melakukan pencegatan, yang pada akhirnya menyebabkan sistem tersebut kelelahan.”
Menurut Shamsan, rudal pertahanan udara musuh seperti THAAD, Patriot, Hetz, dan Arrow sulit untuk segera digantikan ketika persediaannya telah habis.
Ia menambahkan bahwa pengalaman di lapangan telah menunjukkan keterbatasan efektivitas sistem-sistem pertahanan tersebut.
Rudal-rudal konvensional berhasil menghantam banyak lokasi di dalam entitas pendudukan di Palestina.
Rudal-rudal tersebut juga menghantam beberapa pangkalan Amerika di kawasan.
Menurutnya, sistem-sistem ini gagal mencegat rudal yang datang.
Penghancuran Sistem Canggih
Shamsan menyatakan bahwa beberapa sistem pertahanan canggih telah dihancurkan selama konfrontasi berlangsung.
Ia mengatakan bahwa sejumlah instalasi menjadi sasaran di berbagai lokasi.
Di antaranya adalah sebuah sistem radar yang berada di Uni Emirat Arab.
Sistem lain yang dihancurkan adalah sistem THAAD di Yordania di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti.
Ia memperkirakan nilai sistem-sistem tersebut berada di kisaran 500 juta hingga 800 juta dolar AS.
Jaringan Pertahanan Regional Terbongkar
Agresi Amerika–Zionis terhadap Iran telah mengungkap keberadaan berbagai lapisan sistem pertahanan udara di seluruh kawasan, khususnya di negara-negara Teluk.
Sistem-sistem tersebut mencakup jaringan radar canggih.
Menurut Shamsan, radar-radar ini mengirimkan sinyal peringatan dini kepada entitas Zionis sebelum rudal Iran atau Yaman mencapai targetnya.
Peringatan dini ini memungkinkan upaya pencegatan dilakukan sebelum rudal mencapai sasaran.
Namun, penghancuran jaringan ini oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengubah situasi.
Shamsan mengatakan:
“Penghancuran sistem ini mempermudah rudal (Iran) untuk menembus entitas musuh dan meruntuhkan mitosnya.”
Ia menambahkan bahwa Iran berhasil membuka celah dalam sistem pertahanan udara tersebut.
Hal ini memungkinkan rudal yang lebih presisi dan lebih destruktif mencapai target-targetnya di dalam entitas Zionis.
Hal itu juga memungkinkan Iran melakukan serangan dengan kemudahan operasional yang lebih besar sambil memilih target secara akurat.
Pertahanan Terintegrasi di Bawah Komando Israel
Untuk memperjelas gambaran, zona regional ini—yang bahkan meluas hingga wilayah Palestina yang diduduki—telah ditempatkan di bawah manajemen operasional entitas Zionis oleh Amerika Serikat.
Seluruh sistem pertahanan yang berada di negara-negara kawasan dan Teluk diintegrasikan ke dalam jaringan ini.
Dengan satu komando, entitas Zionis dapat memantau setiap pesawat atau rudal yang diluncurkan dari Iran secara waktu nyata.
Transfer Militer Besar-Besaran AS Sebelum Perang
Beberapa bulan sebelum agresi terbaru terhadap Iran, Amerika Serikat melakukan operasi transportasi militer besar-besaran ke kawasan.
Operasi ini berlangsung selama lebih dari satu bulan.
Selama periode tersebut, sekitar 262 pesawat kargo militer tiba di kawasan.
Pesawat-pesawat ini membawa sejumlah besar peralatan militer ke gudang-gudang strategis di negara-negara kawasan.
Persediaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung agresi terhadap Iran.
Namun, menurut laporan tersebut, sebagian besar persediaan ini telah dihancurkan oleh serangan rudal Iran dan oleh taktik medan tempur Iran selama konfrontasi berlangsung. (FG)


