Baghaei: Beberapa Kesepahaman Tercapai, Tapi Itu Tidak Berarti Kesepakatan Sudah Dekat
Teheran menyebut sejumlah isu telah mencapai kesepahaman lewat mediasi Pakistan, namun menegaskan kesepakatan final masih belum dekat.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin mengumumkan bahwa Iran telah mencapai sejumlah kesepahaman dalam negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat, sembari dengan tegas membantah klaim bahwa kesepakatan final sudah dekat.
Menurut Al-Manar, Baghaei mengatakan bahwa perkembangan terbaru tersebut merupakan hasil dari “beberapa pekan perundingan melalui mediator Pakistan,” seraya mencatat bahwa sejumlah negara lain juga turut berperan dalam memfasilitasi proses tersebut.
Teheran Bantah Kesepakatan Sudah Dekat
Baghaei menjelaskan bahwa meskipun kemajuan telah dicapai dalam sejumlah isu yang diperselisihkan, hal itu tidak boleh ditafsirkan sebagai tanda bahwa kesepakatan akan segera ditandatangani.
“Memang benar bahwa sejumlah kesepahaman telah tercapai mengenai banyak isu yang sedang dibahas, tetapi mengatakan bahwa hal ini berarti kesepakatan akan segera ditandatangani adalah sesuatu yang tidak bisa diklaim siapa pun,” ujarnya.
Juru bicara Iran itu juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai perubahan berulang dalam posisi Washington selama negosiasi berlangsung.
“Kami menyaksikan perubahan berulang dalam posisi para pejabat Amerika, dan proses ini menghambat setiap dialog,” kata Baghaei.
Iran Akan Lanjutkan Diplomasi “Dengan Mata Terbuka”
Meski menghadapi berbagai hambatan, Baghaei menegaskan bahwa Iran akan terus menempuh jalur diplomasi sambil tetap waspada penuh terhadap pengalaman dan ancaman sebelumnya.
“Sebagaimana kami bertindak dengan kuat di medan perang, kami juga akan terus melanjutkan di medan diplomasi dengan mata terbuka, sambil mempertimbangkan pengalaman-pengalaman sebelumnya demi melindungi kepentingan nasional Iran,” ujarnya.
Front Lebanon Termasuk dalam Setiap Kesepahaman
Baghaei lebih lanjut menegaskan bahwa penghentian perang di seluruh front regional — terutama di Lebanon — merupakan bagian dari kesepahaman yang lebih luas dalam setiap kemungkinan perjanjian di masa mendatang.
“Penghentian perang di semua front, khususnya Lebanon, adalah salah satu unsur kesepahaman dalam setiap perjanjian,” katanya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu juga menyinggung konfrontasi Iran dengan musuh-musuhnya dalam konflik terbaru, seraya menyatakan bahwa negara tersebut berhasil melawan tekanan dari kekuatan yang memiliki senjata nuklir.
“Sebuah negara yang mampu mempertahankan diri selama 40 hari melawan dua rezim bersenjata nuklir, dan memaksa musuh menyesali tujuannya, tentu mampu menunjukkan kekuatan dan otoritasnya pada tahap berikutnya,” ujar Baghaei.
Selat Hormuz Tetap Menjadi Tanggung Jawab Negara Kawasan
Mengenai Selat Hormuz, Baghaei menegaskan bahwa pengelolaan jalur perairan strategis tersebut tetap menjadi tanggung jawab negara-negara pesisir.
“Tidak ada pembahasan dalam perjanjian ini mengenai rincian tersebut. Cara pengelolaan Selat Hormuz merupakan urusan negara-negara pesisir yang menghadapinya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Iran tetap menjalin komunikasi dengan sejumlah negara untuk membentuk mekanisme yang menjamin keamanan maritim sambil menjaga kepentingan negara-negara kawasan dan komunitas internasional secara lebih luas. (FG)


