Baqaei: Belum Ada Kesepakatan Final, Iran Tak Akan Mundur dari Garis Merahnya
Iran menepis laporan mengenai tercapainya kesepakatan final sebagai spekulasi dan menegaskan tidak akan berkompromi terhadap garis-garis merah yang telah ditetapkannya.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang tercapai dalam perundingan yang sedang berlangsung. Ia menyebut berbagai laporan mengenai adanya kesepakatan yang telah diselesaikan sebagai sekadar spekulasi.
Baqaei mengatakan Republik Islam Iran belum mencapai keputusan akhir terkait draf kesepahaman yang saat ini sedang dibahas. Menurutnya, Teheran hanya akan mengumumkan adanya kesepakatan apabila telah yakin bahwa isi teks tersebut sepenuhnya melindungi kepentingan bangsa Iran.
“Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai kesepakatan tersebut. Kapan pun kami menyimpulkan bahwa teks kesepahaman itu benar-benar melayani kepentingan rakyat Iran, kami akan mengumumkannya,” ujarnya.
Perubahan Sikap AS Persulit Negosiasi
Baqaei menjelaskan bahwa posisi Iran selama proses perundingan sejak awal sudah jelas dan konsisten. Ia mengatakan sebagian besar isi teks sebenarnya telah dirampungkan, namun Amerika Serikat berulang kali mengubah posisi yang sebelumnya telah disepakati.
Ia menegaskan bahwa Iran telah berkali-kali menunjukkan tidak akan berkompromi dalam isu-isu yang ditetapkannya sebagai garis merah nasional.
“Amerika berusaha menciptakan kesan bahwa Republik Islam telah menyetujui sebuah kesepakatan di bawah tekanan. Padahal kami tidak akan pernah mundur dari garis-garis merah kami,” kata Baqaei.
Qatar dan Pakistan Tetap Aktif Menjadi Mediator
Menurut Baqaei, Qatar dan Pakistan masih terus memainkan peran aktif sebagai mediator dalam proses diplomatik yang sedang berlangsung. Namun, ia menilai berbagai tindakan terbaru Amerika Serikat telah memberikan dampak negatif terhadap jalannya diplomasi.
Ia menambahkan bahwa Iran telah menyampaikan posisi serta tuntutannya secara jelas kepada para mediator.
“Para mediator tetap aktif, dan kami telah menyampaikan posisi kami kepada mereka dengan sangat jelas,” ujarnya.
Situasi Selat Hormuz
Baqaei juga menyatakan bahwa upaya-upaya diplomatik secara langsung terdampak oleh apa yang ia sebut sebagai tindakan ilegal Amerika Serikat terhadap Iran.
Menyinggung situasi maritim kawasan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu mengatakan bahwa Selat Hormuz masih ditutup sebagai konsekuensi dari tindakan Amerika Serikat baru-baru ini.
“Selat Hormuz masih ditutup akibat tindakan ilegal Amerika Serikat,” kata Baqaei. (FG)


