Daya Tangkal Iran Picu Retakan Politik di Amerika Serikat
Daya tangkal Iran yang semakin kuat terhadap agresi Amerika Serikat mulai mengguncang tatanan politik di Washington, ketika para senator memperingatkan meningkatnya kerugian dan konsekuensi serius.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Dampak dari daya tangkal Iran terhadap Amerika Serikat terus menggema di kalangan elite politik Washington, ketika kerugian militer, keamanan, dan ekonomi yang semakin besar yang ditimbulkan terhadap AS mulai memunculkan retakan yang terlihat di dalam lingkaran politik Amerika setelah petualangan militer Donald Trump.
Meluasnya cakupan serangan Iran dan meningkatnya tekanan terhadap pasukan Amerika di seluruh kawasan semakin menyingkap ketegangan internal dalam sistem politik Amerika Serikat.
Bernie Sanders: Kebijakan Luar Negeri AS Tidak Seharusnya Melayani Netanyahu
Dalam konteks ini, Senator AS Bernie Sanders menyatakan kemarahannya atas konsekuensi agresi terhadap Iran dan meningkatnya daya tangkal yang mengikis kehadiran Amerika di kawasan.
Mengomentari apa yang ia gambarkan sebagai tindakan sembrono Trump di bawah tekanan Zionis, Sanders menyatakan:
“Kebijakan luar negeri Amerika Serikat tidak seharusnya tunduk pada Netanyahu.”
Ia merujuk pada keputusan Washington untuk menyelaraskan diri dengan entitas Israel dalam melancarkan agresi terhadap Iran. Sanders menambahkan bahwa “rakyat Amerika — bukan pemerintah Netanyahu — yang seharusnya menentukan kebijakan luar negeri dan militer AS.”
Pernyataan ini secara efektif mengakui bahwa pemerintahan Trump telah mengikuti agenda Zionis, bertentangan dengan retorika berulang presiden tentang “America First”, sekaligus mencerminkan meningkatnya ketegangan politik di dalam establishment politik Amerika.
Senator Chris Murphy Memperingatkan Lebih Banyak Korban di Pihak Amerika
Sementara itu, Senator Chris Murphy mengomentari perkembangan yang sedang berlangsung dengan mengatakan:
“Mereka mengatakan kepada kami di ruang pengarahan bahwa lebih banyak orang Amerika akan mati dan bahwa mereka tidak akan mampu menghentikan drone-drone ini.”
Pernyataannya mengungkap bahwa kerugian yang dialami pasukan Amerika akibat serangan Iran telah menjadi sumber kemarahan politik yang meningkat di Washington — sebuah tren yang dapat semakin menguat jika pemerintahan Trump terus berada di bawah serangan Teheran.
Pernyataan Murphy juga menunjukkan bahwa pengarahan operasional yang diberikan kepada para anggota parlemen AS mengindikasikan ketidakmampuan yang semakin meningkat untuk mengendalikan situasi medan perang yang terus meluas.
Washington Menghadapi Biaya Militer dan Finansial yang Terus Meningkat
Pernyataan-pernyataan ini muncul setelah laporan Reuters, yang mengutip sumber-sumber di dalam pemerintahan AS, mengungkapkan bahwa Washington telah mengalami kerugian yang signifikan sebagai akibat dari agresi terhadap Iran.
Menurut laporan tersebut, Amerika Serikat telah menghabiskan sejumlah besar amunisi tanpa mencapai hasil yang berarti, sehingga memaksa pemerintahan Trump untuk meminta anggaran darurat tambahan sebesar 50 miliar dolar, sambil menekan produsen senjata agar segera meningkatkan produksi atau menghadapi kemungkinan sanksi.
Laporan Reuters tersebut membahas biaya besar terkait senjata yang digunakan dalam agresi itu, namun tidak memperhitungkan dampak yang lebih luas dari daya tangkal Iran, yang terus menargetkan dan menghancurkan pasukan Amerika di seluruh kawasan — menempatkan Amerika Serikat pada jalur menuju konsekuensi yang berpotensi sangat berat di berbagai front. (FG)



