Demo Akbar di Sanaa: Yaman Berdiri Bersama Iran, Satu Umat Satu Perlawanan
Jutaan orang berkumpul di ibu kota Yaman untuk memperingati Hari Furqan dan menyatakan solidaritas dengan Iran, Hizbullah, serta kekuatan perlawanan di tengah eskalasi AS–Israel.
Yaman, FAKTAGLOBAL.COM — Kerumunan besar berkumpul di Lapangan Al-Sabeen di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Jumat untuk memperingati peringatan Perang Badar, yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai Hari Furqan, sekaligus menyatakan dukungan bagi Iran dan anggota lain dari front perlawanan di kawasan.
Aksi massa tersebut diselenggarakan dengan slogan “Bersama Iran dan Lebanon, Kami Menghidupkan Hari Furqan.” Para peserta datang dari berbagai distrik di Sanaa, menciptakan salah satu demonstrasi terbesar yang digelar di ibu kota dalam beberapa bulan terakhir.
Para demonstran mengibarkan bendera Yaman dan Iran serta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Amerika Serikat dan Israel setelah serangan militer mereka terhadap Iran dan pembunuhan Ayatullah Sayyed Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam.




Demonstran Nyatakan Solidaritas dengan Iran
Menurut para penyelenggara, aksi tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Iran serta menegaskan kembali keberpihakan Yaman pada front perlawanan yang mencakup Iran, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok-kelompok perlawanan di Irak.
Para peserta membawa spanduk yang memuji operasi-operasi yang dilakukan oleh pasukan Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta aksi militer Hizbullah dan faksi-faksi perlawanan Irak terhadap target-target Israel dan posisi militer Amerika di kawasan.
Banyak demonstran mengatakan bahwa perjuangan melawan Israel dan sekutu-sekutu Baratnya merupakan perjuangan bersama di seluruh kawasan dan terkait dengan perkembangan geopolitik yang lebih luas.
Pernyataan Aksi Menyebut Konflik Saat Ini sebagai “Pertempuran Umat”
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh penyelenggara aksi menggambarkan konfrontasi yang sedang berlangsung di kawasan sebagai konflik yang lebih luas yang melibatkan seluruh dunia Islam.
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa rakyat Yaman tetap siap untuk merespons setiap eskalasi dan menegaskan kembali dukungan kepada pemerintah Iran, angkatan bersenjatanya, serta Korps Garda Revolusi Islam.
Para penyelenggara juga memuji operasi yang dilakukan oleh Iran dan kelompok-kelompok perlawanan terhadap target-target Israel dan Amerika Serikat, serta menggambarkannya sebagai bagian dari konfrontasi yang lebih luas terhadap apa yang mereka sebut sebagai proyek Zionis di kawasan.
Kritik terhadap Kehadiran Militer AS di Kawasan
Pernyataan tersebut juga mengkritik keberadaan pangkalan militer Amerika di sejumlah negara di kawasan.
Menurut para penyelenggara, pangkalan-pangkalan tersebut terutama berfungsi untuk melindungi kepentingan Israel dan mendukung operasi militer terhadap negara-negara serta gerakan yang menentang kebijakan Amerika Serikat dan Israel di Asia Barat.
Mereka menyerukan kepada pemerintah yang menampung pasukan Amerika untuk meninjau kembali kebijakan mereka dan menghapus pangkalan militer asing dari wilayah mereka.
Yaman Tegaskan Kembali Keberpihakan pada Front Perlawanan
Para pembicara dalam aksi tersebut mengatakan bahwa Yaman akan terus mendukung gerakan-gerakan perlawanan di Iran, Lebanon, dan Irak meskipun ketegangan kawasan terus meningkat.
Mereka juga menyerukan kepada masyarakat Muslim untuk meningkatkan kesadaran dan mobilisasi dalam menghadapi konflik yang semakin meningkat.
Bagi peserta, aksi tersebut tidak hanya menjadi peringatan terhadap Perang Badar, tetapi juga pesan politik yang jelas tentang dukungan terhadap Iran dan anggota lain dari front perlawanan yang menghadapi Israel serta sekutu-sekutu Baratnya. (FG)


