Demo Akbar di Seluruh Iran, Dukung Kepemimpinan dan Tolak Intervensi Asing
Aksi nasional menegaskan dukungan rakyat terhadap kedaulatan Iran, menolak kekacauan bersenjata, dan mengecam campur tangan AS–Israel
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Aksi-aksi besar yang melibatkan jutaan orang menyapu berbagai wilayah Iran pada Senin, ketika rakyat turun ke jalan untuk mengecam kerusuhan bersenjata, menolak campur tangan asing, serta menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Republik Islam Iran dan stabilitas nasional.
Aksi-aksi tersebut digelar di bawah tajuk “Solidaritas Nasional dan Penghormatan terhadap Perdamaian dan Persahabatan”, membentang dari Teheran hingga provinsi-provinsi di tenggara Iran, dan menjadi salah satu mobilisasi publik terbesar dalam beberapa waktu terakhir.
Mobilisasi Nasional di Berbagai Provinsi
Demonstrasi menyebar ke sejumlah provinsi, dengan para peserta mengibarkan bendera Republik Islam Iran dan meneriakkan slogan-slogan menentang Amerika Serikat dan “Israel”, sebagai penegasan penolakan tegas terhadap campur tangan asing dalam urusan dalam negeri Iran.
Para peserta menekankan penolakan mereka terhadap kerusuhan bersenjata dan kekacauan, sembari menegaskan komitmen terhadap keamanan, kedaulatan, dan stabilitas nasional.
Prosesi Pemakaman Digelar Bersamaan dengan Demonstrasi
Sejumlah kota di Iran juga menyaksikan prosesi pemakaman bagi mereka yang menjadi korban dan tewas dalam kerusuhan bersenjata, yang digelar bersamaan dengan dimulainya aksi-aksi massa tersebut.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan secara langsung gambar-gambar dari demonstrasi di berbagai kota, termasuk Zahedan, Birjand, dan Kerman di tenggara Iran, yang menunjukkan massa besar memenuhi ruang-ruang publik.
Ketika jutaan orang turun ke jalan, pesan dari Teheran disampaikan dengan jelas: aksi protes damai adalah sah, tetapi kekacauan bersenjata dan campur tangan asing tidak akan ditoleransi.
Seruan Resmi untuk Solidaritas Nasional
Pada Minggu, pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerukan partisipasi luas dalam aksi-aksi solidaritas nasional untuk menegaskan dukungan terhadap stabilitas serta menolak kerusuhan dan campur tangan asing.
Mereka menekankan hak untuk melakukan protes damai, sembari menuding Amerika Serikat dan “Israel” sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi sabotase dan kematian para demonstran.
Protes Berlanjut, Pemakaman Aparat Keamanan Digelar
Di Iran bagian barat, Provinsi Kermanshah menyaksikan demonstrasi besar yang mengecam kerusuhan bersenjata, dengan para peserta meneriakkan slogan-slogan seperti “Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel”.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menggelar pemakaman umum berskala besar bagi anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri yang tewas selama kerusuhan. Upacara pemakaman digelar di Bojnurd, Gachsaran, Ilam, dan kota-kota lainnya, untuk menghormati aparat keamanan yang gugur dalam kekerasan tersebut.
Kepala Kepolisian Peringatkan Bahaya Mendukung Perusuh
Kepala Kepolisian Iran Ahmad Reza Radan memperingatkan agar tidak mendukung para perusuh, dengan menyatakan bahwa “siapa pun yang berpihak kepada perusuh akan menjadi korban kekerasan mereka.”
Radan menekankan pentingnya membedakan antara demonstran damai dan pihak-pihak yang terlibat dalam sabotase, serta menuduh para perusuh mengikuti rencana terencana yang bertujuan menargetkan generasi muda Iran. Ia mengonfirmasi bahwa sejumlah penghasut utama telah ditangkap dalam semalam dan akan menghadapi proses hukum tanpa keringanan.
Kerusuhan Bersenjata dan Sabotase Menyusup ke Aksi Protes
Iran telah menyaksikan kerusuhan bersenjata dan aksi sabotase yang menyusup ke dalam protes ekonomi yang pada dasarnya damai, sehingga mengakibatkan kematian warga sipil dan personel keamanan.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa sabotase bersenjata telah menyusup ke protes yang sah, serta menuduh jaringan yang terhubung dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu kekerasan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap kaitan antara para perusuh dengan organisasi teroris atau kelompok separatis yang melayani kepentingan Mossad dan Amerika Serikat.
Pezeshkian: Kekuatan Asing Mengarahkan Kerusuhan
Pada 11 Januari, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa kerusuhan tersebut diarahkan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang menurutnya mengeluarkan perintah dengan tujuan melemahkan keamanan Iran.
“Rakyat negeri ini melakukan protes dan menyampaikan keberatan mereka, tetapi mereka tidak membakar pasar atau melakukan kejahatan,” kata Pezeshkian, seraya menegaskan bahwa Iran membedakan secara tegas antara protes yang sah dan aksi kerusuhan terorganisir.
Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melanjutkan reformasi ekonomi dan menangani keluhan masyarakat melalui jalur hukum dan institusional.
IRGC: Upaya AS–Israel Akan Berakhir dengan Kekalahan
Dalam sebuah pernyataan, IRGC menyatakan bahwa aksi hasutan dan kekerasan yang dilakukan oleh para perusuh dan kelompok bersenjata telah menyebabkan kematian ratusan warga Iran.
IRGC menegaskan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang terhubung dengan Amerika Serikat dan rezim Israel akan berakhir dengan kekalahan, sebagaimana yang terjadi pada episode-episode kerusuhan sebelumnya.
Menyerukan partisipasi massal dalam aksi-aksi hari Senin, IRGC menyatakan bahwa mobilisasi besar-besaran akan menunjukkan persatuan nasional dan memberikan respons tegas terhadap campur tangan AS dan Israel.
Menurut pernyataan tersebut, Presiden AS Donald Trump, dengan dukungan Barat dan berkoordinasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telah mempersenjatai dan mengarahkan kelompok-kelompok bayaran untuk melancarkan operasi teroris dan kerusuhan di dalam Iran.
IRGC menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya di kalangan generasi muda Iran, serta menyatakan bahwa mobilisasi publik berskala besar akan memberikan apa yang mereka sebut sebagai pukulan penentu terhadap para pemimpin Amerika Serikat dan Israel.


