Dewan Eropa: Tindakan AS di Venezuela Ancam Hukum Internasional dan Keamanan Global
Dewan Eropa memperingatkan bahwa campur tangan Amerika Serikat di Venezuela membahayakan hukum internasional, memperdalam perpecahan global, dan merusak fondasi keamanan internasional.
Eropa, FAKTAGLOBAL.COM — Council of Europe mengeluarkan peringatan keras atas tindakan Amerika Serikat terbaru terhadap Venezuela, dengan menegaskan bahwa normalisasi penggunaan kekuatan dan intervensi asing mengancam fondasi paling mendasar dari hukum internasional dan keamanan global.
Dalam sebuah pernyataan oleh Sekretaris Jenderalnya, yang dilaporkan oleh mingguan Jerman Die Zeit, Dewan Eropa menyatakan bahwa situasi di Venezuela mencerminkan pergeseran yang lebih dalam dan lebih berbahaya dalam tatanan dunia yang sedang muncul.
“Situasi ini tidak dapat direduksi menjadi pilihan biner antara kecaman dan dukungan. Ini mengungkap pergeseran yang lebih dalam dalam tatanan dunia yang sedang terbentuk, di mana kekuatan dinormalisasi dan hukum dipersenjatai,” tegas pernyataan tersebut.
Berset: Normalisasi Penggunaan Kekuatan Membuat Hukum Internasional Tak Bermakna
Alain Berset, Sekretaris Jenderal Dewan Eropa, memperingatkan bahwa Eropa sudah sangat memahami konsekuensi dari kebijakan semacam ini. Berset mengatakan Eropa mengetahui “betapa rapuhnya hukum internasional ketika penggunaan kekuatan dinormalisasi.”
Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan kekuatan di wilayah negara lain menimbulkan pertanyaan serius dalam hukum internasional, khususnya terkait prinsip-prinsip inti Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk kedaulatan, keutuhan wilayah, dan non-intervensi.
“Hukum internasional bersifat universal, atau ia tidak bermakna sama sekali. Dunia yang diatur oleh pengecualian, standar ganda, atau lingkup pengaruh yang saling bersaing adalah dunia yang lebih berbahaya,” ujar Berset.
Ia menambahkan bahwa perkembangan saat ini berisiko memperdalam perpecahan global antara pihak-pihak yang mengecam pelanggaran berat hukum internasional dan mereka yang berupaya membenarkannya—sekaligus merusak fondasi keamanan internasional.
Intervensi Asing Memperdalam Krisis, Kehendak Rakyat Venezuela Harus Diutamakan
Berset mencatat bahwa laporan-laporan dari Venezuela menunjukkan momen ketidakpastian yang mendalam, tidak hanya bagi rakyat Venezuela tetapi juga bagi stabilitas regional dan internasional.
Ia menekankan bahwa demokrasi di Venezuela hanya dapat berhasil jika direbut kembali oleh rakyat Venezuela sendiri, bebas dari paksaan eksternal, tekanan militer, atau pengaturan politik yang dipaksakan dari luar.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui telah melakukan “serangan berskala besar” terhadap Venezuela dan mengklaim bahwa Presiden Nicolás Maduro serta istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara tersebut.
Trump kemudian menyatakan bahwa Washington berniat mengelola pemerintahan sementara Venezuela melalui pejabat senior AS—sebuah pernyataan yang dipandang luas sebagai penegasan eksplisit dominasi asing dan serangan langsung terhadap kedaulatan Venezuela.
Dewan Eropa memperingatkan bahwa tindakan-tindakan semacam ini tidak membawa demokrasi, melainkan memicu polarisasi, ketidakstabilan, dan erosi hukum internasional—serta mendorong dunia menuju tatanan yang lebih berbahaya dan tanpa hukum. (FG)


