Dewan Penjaga Konstitusi Iran: Campur Tangan Asing Ubah Protes Publik Jadi Kerusuhan
Juru bicara mengatakan campur tangan asing membajak protes publik yang sah, mengubahnya menjadi kekacauan bersenjata yang merenggut nyawa warga sipil dan aparat keamanan
Iran | FAKTAGLOBAL.COM — Dewan Penjaga Konstitusi Iran menyatakan bahwa campur tangan asing telah mengubah protes publik yang damai menjadi kerusuhan kekerasan, seraya menegaskan bahwa gejolak terbaru bukanlah ekspresi murni dari tuntutan rakyat, melainkan hasil manipulasi pihak luar.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Dewan Penjaga, Hadi Tahan Nazif, mengecam gangguan keamanan baru-baru ini dan menyampaikan belasungkawa atas gugurnya warga Iran serta para pembela keamanan negara yang menjadi martir dalam kerusuhan tersebut.
Ia menyatakan bahwa protes-protes tersebut pada awalnya mencerminkan tuntutan ekonomi dan kesejahteraan yang sah, namun secara sengaja dialihkan menuju kekacauan melalui intervensi dari luar.
‘Tangan-Tangan Tersembunyi’ yang Mengarahkan Kekerasan
“Berdasarkan realitas di lapangan, jelas bahwa tangan-tangan tersembunyi hadir dan aktif dalam kerusuhan ini,” kata Tahan Nazif, seraya menambahkan bahwa pihak-pihak yang sama memiliki rekam jejak kekerasan terhadap rakyat Iran.
Ia menekankan bahwa keterlibatan asing telah mengubah protes yang sah dan damai menjadi aksi pembakaran, perusakan, dan pertumpahan darah yang mengejutkan masyarakat.
“Pemandangan-pemandangan ini menyakitkan bagi setiap warga Iran,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa rakyat sendiri menuntut tindakan tegas terhadap para pelaku kekerasan yang beraksi dengan kedok protes.
Beda! Protes Bukan Kerusuhan
Juru bicara Dewan Penjaga kembali menegaskan bahwa konstitusi Iran secara jelas membedakan antara protes yang sah dan kerusuhan kekerasan.
Ia menekankan bahwa meskipun demonstrasi publik diperbolehkan dalam kerangka hukum dan konstitusi, tindakan pembakaran, penyerangan terhadap properti publik dan pribadi, serta kekerasan terhadap warga sipil dan aparat keamanan merupakan kerusuhan, bukan protes.
Menurut Tahan Nazif, peristiwa-peristiwa terbaru menunjukkan bagaimana intervensi yang didukung asing mengeksploitasi keluhan publik dalam upaya mendestabilisasi negara dan merongrong keamanan nasional.
Tuntutan Publik atas Akuntabilitas
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masyarakat Iran telah dengan jelas memisahkan tuntutan yang sah dari tindakan destruktif, serta bahwa seruan untuk pertanggungjawaban ditujukan bukan kepada para demonstran damai, melainkan kepada para perusuh dan penghasut yang mengubah protes menjadi kekerasan. (FG)


