Diplomat Rusia: Trump Masih Gagal Paham, Iran Tak Mempan Diancam
Utusan Rusia di Wina mengatakan Washington masih gagal memahami bahwa ancaman dan pemerasan tidak akan bisa memaksa Iran tunduk.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Perwakilan Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina bereaksi terhadap pernyataan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran, dengan menegaskan bahwa ancaman dan pemerasan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan Iran.
Mikhail Ulyanov, perwakilan Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, menanggapi apa yang ia gambarkan sebagai perilaku kontradiktif presiden AS, yang selama negosiasi dengan Iran berulang kali menggunakan retorika ancaman dan bahasa kasar untuk menekan Teheran agar menerima tuntutan maksimalis Washington.
Dalam unggahan di akun X miliknya, Ulyanov menulis:
“Amerika Serikat masih tidak memahami bahwa pemerasan dan intimidasi tidak akan berhasil terhadap rakyat Iran.”
Iran Tegaskan Washington Gagal di Medan Perang
Trump, yang selama perang ilegal melawan Iran secara terbuka mengancam melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Iran dengan dalih “menghancurkan sebuah peradaban dalam semalam” dan menyerang fasilitas nuklir Iran, kembali memperingatkan pada Kamis bahwa Teheran akan menderita besar jika tidak segera menandatangani sebuah kesepakatan.
Pernyataan itu muncul ketika pertukaran pesan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat terus berlangsung melalui mediasi Pakistan guna mencapai kerangka kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump secara bersamaan mengklaim bahwa tidak ada tenggat waktu untuk sebuah kesepakatan, namun di saat yang sama mengancam bahwa serangan agresif terhadap Iran akan kembali dilanjutkan apabila kesepakatan tidak tercapai.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka akan menjaga kepentingan dan hak-hak bangsa Iran, serta menekankan bahwa Trump tidak akan memperoleh melalui diplomasi apa yang gagal ia capai melalui agresi militer di medan perang. (FG)



