Ditengah Eskalasi AS Maduro Janjikan Natal Venezuela Tak Akan Terganggu
Presiden menyoroti kegembiraan rakyat di jalanan pada 21 Desember sembari menegaskan komitmennya membela perdamaian dan demokrasi.
Venezuela, FAKTAGLOBAL.COM — Presiden konstitusional Venezuela, Nicolás Maduro, menyampaikan pesan harapan kepada rakyat Bolivarian pada 21 Desember bertepatan dengan datangnya semangat Natal.
Melalui sebuah pesan audiovisual, kepala negara menyoroti kehadiran besar-besaran warga di jalanan, menikmati perayaan dan melakukan belanja Natal tradisional mereka.
Maduro menggambarkan rakyat sebagai bangsa yang mulia dan mencintai kebebasan, yang menyambut musim ini dengan berkat di bawah perlindungan Kanak-kanak Yesus. Pemimpin Bolivarian itu menegaskan komitmen kuat untuk tidak pernah mengecewakan kalangan rakyat kecil dan berani di negeri tersebut.
Maduro Menegaskan Kembali Jalan Keseimbangan dan Kebebasan ala Bolívar
Presiden Venezuela menjelaskan bahwa negara ini tengah menjalani masa di mana perjuangan membela hak-hak, demokrasi, dan perdamaian berjalan beriringan dengan perayaan rakyat di setiap sudut lingkungan.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak yang akan berhasil merusak suasana meriah Natal 2025, serta menyampaikan optimisme akan tahun 2026 yang sejahtera bagi seluruh keluarga Venezuela.
“Kami tidak boleh mengecewakan mereka; kami tidak akan pernah mengecewakan mereka. Ini bukan pertama kalinya kami menjalani Natal di mana kami harus berbagi perjuangan di jalanan—perjuangan membela hak-hak kami, perjuangan membela demokrasi dan perdamaian—bersamaan dengan perayaan di setiap sudut.
Di antara perayaan dan perayaan, di antara pertempuran dan kemenangan, kami akan terus menjalani Natal-Natal ini, dan tidak seorang pun akan merusaknya bagi rakyat Venezuela,” ujar Presiden Venezuela.
Natal Dirayakan di Tengah Perlawanan Aktif dan Pembelaan Kedaulatan
Perayaan Natal di Venezuela pada 2025 berlangsung dalam konteks perlawanan aktif dan pembelaan kedaulatan nasional.
Rakyat Venezuela memadukan tradisi budaya mereka dengan mobilisasi yang berkelanjutan untuk menjaga stabilitas demokrasi di tengah tekanan eksternal yang bertujuan merongrong hak-hak fundamental mereka.
Dualitas antara perayaan dan perjuangan politik ini memperkuat identitas libertarian bangsa, seiring langkah Venezuela menuju transformasi sosial dan perdamaian regional.
Pemerintah Kecam Penyitaan Kapal Minyak Venezuela oleh AS
Konteks ini mengemuka ketika pemerintah Venezuela pada Sabtu, 20 Desember, mengecam pencurian dan penyitaan sebuah kapal swasta yang mengangkut minyak Venezuela, setelah militer Amerika Serikat melakukan operasi tersebut di perairan internasional. Insiden itu dilaporkan mencakup penghilangan paksa awak kapal.
Wakil Presiden Eksekutif Venezuela, Delcy Rodríguez, menyebut tindakan militer tersebut sebagai aksi pembajakan yang serius, yang bertujuan pada perampasan ilegal minyak mentah Venezuela dan cadangan strategis negara.
Venezuela Tegaskan Akan Menempuh Jalur Hukum Internasional
Republik Bolivarian Venezuela menegaskan bahwa tindakan kriminal ini tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi, seraya menyatakan bahwa negara akan menempuh langkah hukum di Dewan Keamanan PBB dan lembaga internasional lainnya.
Caracas menekankan bahwa hukum internasional akan ditegakkan dan para pelaku akan dimintai pertanggungjawaban, sementara negara tetap berkomitmen pada pertumbuhan ekonomi mandiri melalui empat belas mesin pembangunan dan industri hidrokarbon yang berdaulat. (FG)


