Drone Balasan Iran Targetkan Kedutaan Besar AS di Kuwait
Asap membubung dari kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait setelah serangan drone Iran, saat Teheran menekan aksi pembalasan terhadap agresi AS–Israel.
Kuwait, FAKTAGLOBAL.COM — Serangan drone Iran berhasil menargetkan kompleks kedutaan Washington di Kuwait pada Senin, menurut The New York Times, mengutip dua pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim. Rekaman terverifikasi yang beredar daring menunjukkan kepulan asap tebal naik dari sekitar kompleks tersebut.
Seorang koresponden Agence France-Presse di Kuwait juga melaporkan asap membubung dari area dampak setelah gelombang baru serangan Iran. Operasi ini menandai hari ketiga berturut-turut aksi pembalasan Teheran terhadap kepentingan AS–Israel di kawasan, yang dilakukan sebagai respons atas agresi berkelanjutan terhadap Iran.
Menyusul serangan tersebut, Kedutaan Besar AS di Kuwait mengeluarkan peringatan keamanan yang meminta publik menghindari area itu, memperingatkan ancaman berkelanjutan berupa rudal dan drone, serta menyarankan warga negara Amerika untuk berlindung di tempat dan menjauh dari jendela.
Jet Tempur AS Ditembak Jatuh di Tengah Eskalasi Regional
Dalam perkembangan paralel, Komando Pusat AS mengakui bahwa tiga jet tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di atas wilayah Kuwait, dengan klaim insiden tersebut terjadi akibat “tembakan kawan” selama operasi dukungan untuk Operasi Epic Rage. Kementerian Pertahanan Kuwait mengonfirmasi kerugian tersebut dan melaporkan tidak ada korban jiwa.
Media pemerintah Iran, termasuk IRNA, sebelumnya melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Iran menembak jatuh sebuah F-15 AS yang mencoba menembus wilayah udara Iran, seraya menambahkan bahwa puing-puing pesawat jatuh di wilayah Kuwait karena kedekatan zona keterlibatan dengan perbatasan.
Pangkalan AS Diserang Seiring Meluasnya Pembalasan
Angkatan bersenjata Iran terus menargetkan infrastruktur militer AS di seluruh kawasan sebagai bagian dari pembalasan yang mereka nyatakan atas agresi AS–Israel terhadap kedaulatan dan rakyat Iran.
Di Kuwait, Pangkalan Udara Ali al-Salem menjadi sasaran serangan signifikan, dengan otoritas setempat melaporkan sejumlah intersepsi pada waktu fajar.
Meski terjadi intersepsi, puing-puing yang jatuh memicu kebakaran di pembangkit listrik West Doha, sementara fragmen menyebabkan luka ringan pada dua pekerja di kilang Mina al-Ahmadi. Pejabat Kuwait menyatakan situasi telah berhasil dikendalikan, meskipun ketegangan regional tetap tinggi di tengah berlanjutnya operasi Iran.
Serangan-serangan ini menegaskan tekad Teheran untuk membebankan biaya nyata terhadap aset militer dan diplomatik AS di kawasan selama serangan terhadap Iran terus berlangsung. (FG)


