Dua Aktivis Flotilla Sumud Dibebaskan Pasca Ditahan Secara Ilegal oleh Israel
Saif Abukeshek mengatakan bahwa penderitaan yang ia alami tidak ada apa-apanya dibanding penyiksaan harian yang dialami ribuan tahanan Palestina yang masih mendekam di penjara-penjara Israel.
Athena, FAKTAGLOBAL.COM — Dua aktivis internasional yang ditahan oleh rezim pendudukan Israel setelah pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla telah dibebaskan dan dideportasi dari Palestina yang diduduki, menurut laporan yang mengutip Kementerian Luar Negeri Israel.
Kedua aktivis tersebut, Saif Abukeshek dan Thiago Ávila, ditahan oleh otoritas Israel sejak 29 April setelah pasukan angkatan laut pendudukan menyerang armada kemanusiaan itu di perairan internasional dan secara paksa memindahkan para peserta ke wilayah pendudukan.
Kedua aktivis melakukan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan mereka dan kondisi di dalam tahanan.
Saif Abukeshek: “Kita Tidak Boleh Melupakan Tahanan Palestina”
Tak lama setelah tiba di Athena, Saif Abukeshek menyampaikan pesan yang kuat tentang penderitaan ribuan warga Palestina yang masih dipenjara oleh rezim pendudukan.
“Saya meninggalkan di belakang saya ribuan tahanan Palestina, anak-anak, perempuan, dan laki-laki,” ujarnya. “Saya yakin bahwa perlakuan yang saya alami tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan yang mereka alami.”
Abukeshek mengatakan bahwa kesaksian para tahanan menggambarkan adanya penyiksaan sistematis dan pelanggaran harian di penjara-penjara Israel.
“Kita harus terus memobilisasi. Kita tidak boleh melupakan para tahanan Palestina,” tegasnya.
Aktivis tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkampanye untuk pembebasannya, termasuk lembaga bantuan hukum Adalah, keluarganya, rekan-rekan seperjuangan, serta apa yang ia sebut sebagai “180 orang pemberani” yang terlibat dalam misi tersebut.
“Saya mendengar suara-suara kalian. Itu memberi saya kekuatan,” katanya.
Abukeshek menegaskan bahwa perjuangan masih jauh dari selesai.
“Kita belum selesai. Kita harus terus bergerak sampai Palestina merdeka,” ujarnya. “Rekan-rekan kami masih berlayar. Orang-orang di laut sedang menjalankan tugas mereka. Bangkitlah di daratan, di setiap penjuru dunia.”
PBB Menuntut Pembebasan Segera dan Tanpa Syarat
Sebelum pembebasan mereka, Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan kepada Israel untuk segera membebaskan kedua aktivis tersebut tanpa syarat.
Juru bicara PBB, Thameen Al-Kheetan, menyatakan bahwa Israel menahan kedua aktivis itu di perairan internasional dan terus menahan mereka tanpa dakwaan resmi.
Ia menegaskan bahwa solidaritas terhadap rakyat Palestina dan upaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza bukanlah tindakan kriminal.
PBB juga menyerukan penyelidikan atas laporan mengenai perlakuan buruk yang serius serta mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dibawa ke hadapan keadilan.
Flotilla Bertujuan Mematahkan Blokade Gaza
Global Sumud Flotilla berangkat dari pulau Sisilia, Italia, dalam rangka “Misi Musim Semi 2026” yang bertujuan mematahkan blokade Israel terhadap Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang terkepung.
Konvoi tersebut melibatkan 345 peserta dari 39 negara.
Pada Rabu, pasukan pendudukan Israel menyerang armada itu di dekat pantai Kreta ketika sedang berlayar di perairan internasional.
Menurut para penyelenggara, pasukan Israel menyita 21 kapal dalam serangan tersebut. Sebanyak 17 kapal berhasil memasuki perairan teritorial Yunani, sementara 14 kapal lainnya terus melanjutkan perjalanan menuju tujuan yang sama.
Kampanye Internasional Terus Berlanjut
Flotilla Sumud merupakan bagian dari gerakan global yang terus berkembang untuk menantang blokade Israel terhadap Gaza dan menuntut akses kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah tersebut.
Meski sebagian peserta ditahan dan dideportasi, misi ini tetap berlanjut, dengan kapal-kapal dan aktivis lainnya terus bergerak melalui laut, sementara para pendukung melakukan mobilisasi di berbagai kota di seluruh dunia.
Sebagaimana ditekankan Abukeshek setelah pembebasannya, kampanye ini akan terus berlanjut “di darat dan di laut demi Palestina yang merdeka.” (FG)


