EIA: Gangguan Pasokan Minyak Akibat Perang terhadap Iran Jauh Lebih Parah dari Perkiraan
Gangguan berkelanjutan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz telah menghilangkan jutaan barel minyak mentah dari pasar global setiap hari, meningkatkan ketidakpastian di seluruh sektor energi
Asia Barat, FAKTAGLOBAL.COM — U.S. Energy Information Administration (EIA) secara tajam merevisi prospeknya terhadap pasar minyak global, dengan memperingatkan bahwa gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terbukti jauh lebih parah dan berlangsung lebih lama daripada yang sebelumnya diperkirakan.
Dalam laporan Short-Term Energy Outlook terbarunya, lembaga tersebut menyatakan bahwa konflik dan gangguan berkelanjutan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz telah menghilangkan jutaan barel minyak mentah dari pasar global setiap hari, sehingga meningkatkan ketidakpastian di seluruh sektor energi.
Penilaian terbaru ini menegaskan besarnya dampak kampanye militer Washington dan Tel Aviv terhadap Iran, yang telah mengguncang salah satu jalur energi terpenting di dunia dan memicu gejolak besar di pasar minyak internasional.
Gangguan di Selat Hormuz Berlanjut hingga Akhir Mei
EIA kini memperkirakan gangguan terhadap lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz akan terus berlangsung hingga akhir Mei, memperpanjang proyeksi sebelumnya yang memperkirakan situasi akan kembali normal pada April.
Lembaga itu memperkirakan produksi minyak di kawasan Asia Barat turun sebesar 10,5 juta barel per hari pada April. Seiring fasilitas penyimpanan regional mendekati kapasitas penuh, gangguan tersebut diperkirakan akan semakin memburuk, dengan kehilangan pasokan meningkat menjadi lebih dari 10,8 juta barel per hari pada bulan ini.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi EIA sebelumnya yang memperkirakan penurunan sebesar 9,1 juta barel per hari pada April.
Cadangan Strategis Menyusut, Harga Minyak Melonjak
EIA menyatakan bahwa guncangan pasokan yang berkepanjangan akan menyebabkan penurunan yang jauh lebih besar pada cadangan minyak strategis global, sehingga menjaga harga minyak tetap tinggi selama berbulan-bulan.
Lembaga tersebut kini memperkirakan persediaan minyak dunia akan menyusut sebesar 2,6 juta barel per hari pada tahun 2026, meningkat drastis dari estimasi sebelumnya yang hanya sebesar 300 ribu barel per hari.
Harga patokan Brent Crude diperkirakan rata-rata mencapai sekitar 106 dolar AS per barel pada Mei dan Juni, sebelum turun ke kisaran 89 dolar AS per barel pada kuartal keempat tahun ini seiring pemulihan bertahap produksi di kawasan.
EIA juga memperingatkan bahwa jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut hingga Juni—satu bulan lebih lama dari proyeksi saat ini—harga minyak dapat naik tambahan sekitar 20 dolar AS per barel dalam jangka pendek.
Harga Tinggi Diperkirakan Menekan Permintaan
Selain merevisi proyeksi pasokan, EIA juga menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global.
Lembaga itu kini memperkirakan konsumsi minyak dunia hanya akan meningkat 200 ribu barel per hari tahun ini, turun tajam dari proyeksi bulan lalu sebesar 600 ribu barel per hari.
“Kami memperkirakan harga yang lebih tinggi akan mengurangi permintaan minyak, yang pada gilirannya akan membantu menyeimbangkan pasar,” kata EIA dalam laporannya, seraya menambahkan bahwa semakin lama gangguan produksi dan pasokan berlangsung, semakin kuat pula respons harga.
Tekanan Politik Meningkat terhadap Trump
Para analis independen mengatakan kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat dapat menekan permintaan konsumen selama puncak musim perjalanan musim panas dan menciptakan tantangan politik besar bagi Donald Trump menjelang pemilihan sela Kongres pada November mendatang.
EIA kini memperkirakan harga rata-rata bensin eceran di AS akan mencapai 3,88 dolar AS per galon tahun ini, atau 18 sen lebih tinggi dibandingkan estimasi pada April.
Prospek terbaru ini menyoroti semakin besarnya konsekuensi ekonomi dari perang terhadap Iran, ketika kebijakan agresif Washington dan Tel Aviv terus mengguncang pasar energi global dan perekonomian domestik Amerika Serikat. (FG)


