Elon Musk: AS Masuki Perang Saudara Baru
Musk menyampaikan pernyataan tersebut sebagai respons terhadap aksi protes dan kekerasan terkait kebijakan imigrasi di AS, di tengah meningkatnya ketegangan politik dan perpecahan internal.
Amerika Serikat, FAKTAGLOBAL.COM — Elon Musk mengatakan bahwa Amerika Serikat “terasa seperti” sedang memasuki perang saudara baru, saat merespons di platform X sebuah unggahan yang menyatakan bahwa “Perang Saudara 2.0 telah dimulai.”
Musk menyampaikan pernyataan tersebut sebagai balasan atas unggahan yang diterbitkan oleh ZeroHedge berjudul “It’s Time To Accept That Civil War 2.0 Has Already Started.” Tanggapan Musk berupa komentar singkat: “Feels like it.”
Komentar Disampaikan di Tengah Meningkatnya Gejolak Domestik
Respons Musk muncul di tengah kembali merebaknya aksi protes di sejumlah kota di Amerika Serikat, termasuk Minneapolis, di mana demonstrasi meningkat pada akhir Januari menyusul insiden-insiden fatal yang melibatkan penegakan hukum imigrasi federal.
Pada 24 Januari, aksi protes meletus setelah seorang petugas patroli perbatasan AS menembak mati seorang pria dalam sebuah insiden. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan bahwa pria tersebut telah melawan upaya agen federal untuk melucuti senjatanya.
Sebelumnya pada bulan yang sama, insiden lain yang melibatkan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) memicu kemarahan publik setelah para petugas menghentikan seorang perempuan dalam sebuah operasi yang menargetkan imigran tidak berdokumen. Ketika kendaraan tersebut bergerak maju, salah satu petugas melepaskan tembakan. Perempuan itu kemudian meninggal akibat luka-lukanya.
Reaksi Politik dan Pengerahan Pasukan Federal
Insiden-insiden fatal tersebut memicu kritik dari tokoh-tokoh dan pendukung Partai Demokrat, yang mengarahkan kecaman kepada Donald Trump, pemerintahannya, serta lembaga penegak hukum federal yang bertanggung jawab atas operasi imigrasi.
Sebagai respons terhadap kerusuhan tersebut, Gedung Putih mengerahkan tambahan pasukan federal ke Minneapolis, dengan alasan perlunya meningkatkan penahanan imigran tidak berdokumen dan menanggulangi kejahatan. Langkah ini justru semakin memicu aksi protes terhadap perluasan kehadiran federal dan tindakan aparat penegak hukum.
Perpecahan Internal yang Kian Mendalam
Pernyataan Musk mencerminkan meningkatnya perdebatan publik di Amerika Serikat terkait kebijakan imigrasi, kepolisian, dan penggunaan kekuatan oleh lembaga federal. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi protes yang berkaitan dengan isu-isu tersebut telah meluas ke luar satu kota, menyoroti semakin lebarnya perpecahan politik dan sosial.
Komentar tersebut merupakan penilaian pribadi Musk yang disampaikan melalui media sosial dan tidak mencerminkan posisi resmi pemerintah Amerika Serikat. (FG)



