Fase Ketiga Gelombang 89: Jantung Wilayah Pendudukan Dihantam Serangan Rudal
Fase ketiga Gelombang 89 meningkatkan serangan di wilayah pusat pendudukan, dengan rentetan rudal presisi menargetkan kawasan urban utama di sekitar Tel Aviv.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah meningkatkan Gelombang 89 dari Operasi Janji Sejati IV ke fase ketiga, dengan meluncurkan serangan rudal presisi berat yang menghantam jantung wilayah Palestina yang diduduki pada malam 1 April, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pusat-pusat urban utama di timur Tel Aviv.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kantor Hubungan Masyarakat IRGC, Fase Ketiga operasi yang dijalankan dengan sandi “Ya Haidar al-Karrar” menargetkan wilayah pusat daerah pendudukan dengan rentetan rudal berat berpemandu presisi jenis Qiam dan Emad, serta sistem Ghadr berkepala ledak majemuk.
Serangan tersebut dilaporkan menciptakan apa yang disebut IRGC sebagai “cincin api” yang membentang dari Ramat Gat hingga Holon, Palmachim, dan Bnei Brak, secara signifikan meningkatkan situasi di lapangan serta memaksa para pemukim memasuki siklus peringatan serangan udara secara terus-menerus.
Rekaman dan laporan lokal menunjukkan gangguan luas, dengan sejumlah besar pemukim bergegas menuju tempat perlindungan, kemacetan di kawasan perkotaan, serta berlama-lama berada di bunker bawah tanah saat sirene terus berbunyi di berbagai wilayah terdampak.
Kelanjutan Serangan Berskala Luas
Fase terbaru ini mengikuti peluncuran awal Gelombang 89 yang dimulai beberapa jam sebelumnya sebagai operasi terkoordinasi multi-poros yang melibatkan angkatan bersenjata Iran dan kelompok perlawanan di seluruh Asia Barat.
Menurut IRGC, gelombang awal mencakup peluncuran lebih dari 100 rudal berat, drone serang, serta sekitar 200 roket yang menargetkan berbagai posisi Amerika dan Israel dari utara hingga selatan wilayah pendudukan, termasuk Eilat, Tel Aviv, dan Bnei Brak.
Serangan tambahan juga meluas di luar wilayah pendudukan, dengan laporan mengenai hantaman terhadap posisi militer AS di Bahrain—yang menampung sekitar 80 personel—serta serangan rudal terhadap unit helikopter AS di pangkalan Al-Udeid, yang mengakibatkan hancurnya setidaknya satu pesawat dan kerusakan pada lainnya.
Pejabat Iran menyatakan bahwa sifat terkoordinasi dari operasi ini mencerminkan meningkatnya keselarasan antara angkatan bersenjata Iran dan kelompok perlawanan regional, yang digambarkan sebagai front terpadu yang mampu melancarkan serangan simultan lintas domain.
Operasi Berkelanjutan dan Sinyal Strategis
IRGC menegaskan bahwa operasi rudal dan drone masih terus berlangsung di berbagai front, dari wilayah utara hingga selatan daerah pendudukan, serta memperingatkan bahwa kemampuan tambahan masih disiapkan untuk dikerahkan dalam beberapa hari dan bulan mendatang.
Kelanjutan Gelombang 89 ke dalam fase-fase berikutnya menunjukkan pola eskalasi yang berkelanjutan, dengan Iran memperlihatkan kedalaman operasional serta kemampuan untuk memperluas cakupan dan intensitas serangan secara bertahap.
Pernyataan militer Iran juga menegaskan bahwa perkembangan ini merupakan bagian dari konfrontasi yang lebih luas, di mana koordinasi berkelanjutan antar aktor perlawanan telah membentuk ulang lingkungan operasional di kawasan. (FG)


