Gagal Evakuasi, AS Berupaya Bunuh Pilot Pesawatnya di Iran
Pasukan Amerika melancarkan serangan udara di Provinsi Kohgiluyeh di tengah frustrasi meningkat setelah gagal mengevakuasi awak F-15 yang ditembak jatuh.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Sebuah sumber militer mengungkap bahwa Amerika Serikat berupaya mengeliminasi pilotnya sendiri yang jatuh di wilayah Iran setelah gagal menyelamatkannya, menandai eskalasi yang sangat kontroversial menyusul penembakan jatuh jet tempur AS oleh angkatan bersenjata Iran.
Menurut sumber tersebut, pasukan Amerika semakin putus asa setelah dua hari upaya yang gagal untuk menemukan dan mengevakuasi pilot pesawat yang jatuh. Sebagai respons, mereka diduga beralih ke pemboman wilayah-wilayah yang diyakini menjadi tempat persembunyian pilot tersebut.
Serangan Udara Targetkan Lokasi yang Diduga Menjadi Tempat Keberadaan Sang Polit
Sumber itu mengonfirmasi bahwa sejumlah pesawat tempur AS melakukan serangan udara pada malam hari di wilayah Kohgiluyeh, yang terletak di provinsi barat daya Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad.
Serangan tersebut dilaporkan didasarkan pada penilaian intelijen yang menunjukkan kemungkinan keberadaan pilot yang hilang di area tersebut.
Selain pilot, pasukan AS juga disebut telah kehilangan harapan untuk menemukan satu individu lain—yang diidentifikasi sebagai awak pesawat—dan kini berupaya mengeliminasinya dengan membombardir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaannya.
Ketidakpastian Nasib Awak Pesawat
Ketika ditanya apakah salah satu dari individu tersebut saat ini berada dalam tahanan Iran, sumber tersebut menolak memberikan konfirmasi, dengan menyatakan bahwa tidak ada informasi resmi yang dapat dirilis pada tahap ini. Namun, ia menekankan bahwa klaim Amerika terkait penyelamatan pilot pertama kemungkinan tidak mencerminkan realitas sepenuhnya.
“Amerika tidak mengatakan kebenaran secara utuh, bahkan terkait pilot yang mereka klaim telah diselamatkan,” ujar sumber tersebut, mengisyaratkan adanya inkonsistensi dalam narasi Washington.
Ia menambahkan bahwa perkembangan terkait awak pesawat yang jatuh kemungkinan akan menjadi skandal baru yang mengungkap apa yang ia sebut sebagai praktik kerahasiaan dan penutupan informasi oleh Amerika.
BBC: Awak F-15 yang Hilang Mungkin Berada dalam Tahanan Iran
Dalam penilaian terkait yang dilaporkan BBC, seorang perwira militer menyatakan bahwa awak pesawat F-15 yang hilang—terlepas dari jenis kelaminnya—kemungkinan akan berusaha menghindari penangkapan dengan menanggalkan seragam dan perlengkapan yang dapat mengidentifikasi dirinya, bahkan mungkin menguburnya.
Perwira tersebut mencatat bahwa lonjakan adrenalin akan meningkatkan kewaspadaan individu tersebut, namun kelangsungan hidupnya bergantung pada kemampuannya untuk tetap sepenuhnya tersembunyi.
Ia juga menyatakan bahwa belum jelas apakah perangkat pemancar lokasi darurat, yang biasanya digunakan dalam operasi penyelamatan, masih aktif.
Yang terpenting, perwira tersebut mengemukakan kemungkinan bahwa pilot yang hilang mungkin sudah ditangkap oleh pasukan Iran, dengan Teheran memilih untuk tidak mengungkapkannya secara publik. Ia juga memperingatkan bahwa Iran berpotensi memanfaatkan sinyal pelacak untuk menjebak pasukan AS dalam sebuah penyergapan terarah.
Laporan mengenai serangan udara tersebut serta ketidakpastian nasib awak pesawat AS menunjukkan meningkatnya intensitas konfrontasi, sekaligus kompleksitas operasi penyelamatan di wilayah udara yang diperebutkan.
Jika dikonfirmasi, tuduhan bahwa pasukan AS berupaya mengeliminasi personelnya sendiri akan menjadi perkembangan yang sangat signifikan dan kontroversial, yang menegaskan tingginya taruhan dalam konflik yang sedang berlangsung. (FG)


