Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata Berlanjut, 4 Gugur dalam Serangan ke Tenda Pengungsi
Serangan udara Israel, tembakan artileri, dan operasi penghancuran terus berlangsung di seluruh Gaza, menandai pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata serta memperburuk dampak kemanusiaan.
Palestina, FAKTAGLOBAL.COM — Empat warga Palestina gugur, termasuk dua orang yang tewas dalam serangan drone Israel yang menargetkan sebuah tenda tempat berlindung keluarga pengungsi di Khan Younis. Sumber medis melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah tenda di kawasan Mawasi al-Qarara, barat laut Khan Younis.
Sebelumnya pada hari Senin, dua warga Palestina lainnya gugur dan sejumlah orang terluka setelah sebuah bangunan hunian lima lantai runtuh di Kamp Pengungsi Al-Maghazi.
Sumber medis di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa mengonfirmasi kedatangan dua syuhada, sementara Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa tim penyelamat berhasil mengevakuasi lima orang terluka dari puing-puing, termasuk satu orang dalam kondisi kritis, setelah runtuhnya rumah keluarga Al-Shanna.
Pertahanan Sipil Kesulitan di Tengah Pemboman Berkelanjutan
Pada saat yang sama, Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan penangguhan respons darurat untuk menghilangkan bahaya dari bangunan-bangunan yang rusak akibat pemboman Israel, dengan alasan kekurangan bahan bakar dan minimnya peralatan penyelamatan.
Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata dimulai pada Oktober, mereka telah menghilangkan potensi bahaya dari sekitar 3.445 bangunan dan rumah. Namun, sekitar 1.560 panggilan darurat masih belum tertangani akibat keterbatasan operasional yang terus berlangsung.
Pesawat tempur Israel terus melancarkan serangan udara di berbagai wilayah Jalur Gaza, bersamaan dengan tembakan artileri intensif dan penghancuran berkelanjutan terhadap rumah-rumah warga sipil.
Dua serangan udara menargetkan Khan Younis bagian timur, beriringan dengan operasi penghancuran skala besar. Tiga serangan tambahan menghantam Rafah, sementara wilayah barat laut kota tersebut menjadi sasaran tembakan artileri berkelanjutan. Tank-tank Israel juga melepaskan tembakan hebat ke wilayah selatan dan utara Khan Younis, sementara artileri menggempur Kamp Pengungsi Jabalia bagian timur dan Gaza City bagian timur.
Pelanggaran Gencatan Senjata dan Lonjakan Jumlah Korban
Pasukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025. Dalam 24 jam terakhir, sumber-sumber lokal mendokumentasikan sekitar 40 pelanggaran baru, termasuk penembakan, penetrasi terbatas, dan penghancuran infrastruktur sipil, yang mengakibatkan gugurnya tiga warga Palestina di Khan Younis.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejauh ini telah menyebabkan 422 orang gugur dan 1.189 orang terluka, selain ditemukannya 684 jenazah. Sejak dimulainya perang genosida pada 7 Oktober 2023, jumlah kumulatif korban telah meningkat menjadi 71.388 syuhada dan 171.269 orang terluka.
Di ranah politik, seorang sumber Mesir mengungkapkan bahwa pembahasan selama kunjungan delegasi Israel ke Kairo pada 24 Desember berfokus pada pengoperasian Penyeberangan Rafah dengan skema yang mengecualikan kehadiran langsung Israel.
Usulan tersebut akan mengandalkan pemantauan elektronik, yang memungkinkan Israel mengawasi operasi dari jarak jauh, sementara Uni Eropa akan meninjau dan memverifikasi dokumen perjalanan. (FG)


