Gelombang ke-55 Operasi Janji Sejati 4: Iran Hujani Target Militer Israel dengan Rudal Fattah dan Drone Serang
IRGC Iran meluncurkan gelombang ke-55 Operasi Janji Sejati 4, menargetkan situs militer Israel dan Amerika dengan rudal hipersonik, roket presisi, dan drone serang.
Iran, FAKTAGLOBAL.COM — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-55 Operasi Janji Sejati 4 dengan menggunakan rudal hipersonik Fattah, rudal balistik Emad dan Qadr, serta drone serang.
Menurut pernyataan IRGC, operasi tersebut dilaksanakan dengan sandi “Ya Musa ibn Ja’far (as)” dan dipersembahkan untuk syahid agung Mohammad Ebrahim Hemmat serta para syahid di Kepulauan Majnoon dan Talaiyeh.
Serangan tersebut menargetkan sasaran-sasaran strategis di jantung wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv dan Ben Gurion, dengan fokus pada infrastruktur militer sensitif seperti pusat produksi persenjataan kedirgantaraan milik Israel Aerospace Industries (IAI) serta fasilitas dukungan pengisian bahan bakar udara.
Target-target tersebut dihantam menggunakan rudal hipersonik presisi berbobot ultra-berat, termasuk sistem Fattah, Emad, dan Qadr, serta drone serang bermuatan bahan peledak.
Pangkalan Militer Amerika di Kawasan Juga Dihantam
Operasi ini juga menargetkan pusat-pusat militer Amerika yang ditempatkan di berbagai wilayah Asia Barat.
Di antara lokasi yang diserang adalah Pangkalan Udara Al-Dhafra, Pangkalan Angkatan Laut Jufair, dan Pangkalan Udara Sheikh Isa. Serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal presisi jarak menengah berbahan bakar padat, termasuk rudal Fateh, Zolfaghar, dan Dezful, selain drone serang cerdas.
IRGC menyatakan bahwa serangan ini berhasil dilaksanakan pada hari ke-26 bulan suci Ramadan, dengan keberhasilan tersebut dikaitkan dengan pertolongan Ilahi.
Biaya Perang AS Melampaui 21 Miliar Dolar
Sementara itu, biaya finansial perang Washington terhadap Iran terus meningkat.
Berdasarkan estimasi yang merujuk pada data pengeluaran resmi pemerintah Amerika Serikat, biaya perang bagi Washington telah melampaui 21 miliar dolar pada hari ke-16 konflik.
Para analis mencatat bahwa angka tersebut hanya mencerminkan biaya operasional peralatan dan persenjataan militer yang digunakan dalam perang melawan Iran.
Jika kerusakan yang ditimbulkan terhadap pangkalan dan peralatan militer Amerika di kawasan akibat serangan rudal dan drone Iran turut diperhitungkan, para pakar meyakini total biaya yang harus ditanggung Amerika Serikat akan jauh lebih besar. (FG)


